Puluhan Guru Australia Belajar Budaya di Merapi

Written By Luthfie fadhillah on Rabu, 16 Januari 2013 | 21.50


Sejumlah pendaki mendokumentasikan saat matahari terbit dari monumen kenangan, Pasar Bubrah, Gunung Merapi yang di capai dari jalur Baru Selo, Selo, Boyolali, Jawa Tengah. FOTO: ANTARA/Teresia May

Sejumlah pendaki mendokumentasikan saat matahari terbit dari monumen kenangan, Pasar Bubrah, Gunung Merapi yang di capai dari jalur Baru Selo, Selo, Boyolali, Jawa Tengah. FOTO: ANTARA/Teresia May




"Dalam kunjungannya hingga besok (Rabu, 16/1) mereka melihat kehidupan masyarakat desa di sini terutama di bidang pertanian dan kebudayaan desa."

Sebanyak 32 orang guru Bahasa Indonesia di Australia belajar tentang budaya masyarakat desa di kawasan barat daya Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

"Dalam kunjungannya hingga besok (Rabu, 16/1) mereka melihat kehidupan masyarakat desa di sini terutama di bidang pertanian dan kebudayaan desa," kata Koordinator "Jaringan Tlatah Bocah" Kabupaten Magelang Gunawan Julianto di sela menerima rombongan para guru itu di Magelang, Selasa.

Kunjungan mereka difasilitasi "Australian Consortium for "In-Country" Indonesian Studies" (ACICIS).

Mereka tinggal di sejumlah rumah warga di Dusun Sumber di Sanggar Bangun Budaya pimpinan Untung Pribadi dan Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang di kompleks Padepokan "Tjipto Boedojo Tutup Ngisor" pimpinan Sitras Anjilin.

Mereka diterima oleh Sitras Anjilin dan Untung Pribadi untuk selanjutnya antara lain meninjau areal persawahan padi dan sayuran di desa itu, belajar tentang tarian jaran kepang, menyaksikan anak-anak Merapi menari Gamang, bermain perkusi, serta menikmati musik "uyon-uyon cokekan".

"Diharapkan dengan kegiatan ini mereka semakin tahu secara baik tentang Indonesia dengan kebudayaannya. Bahwa ada sisi lain yang penting untuk mereka ketahui tentang Indonesia, antara lain menyangkut budaya desa, kerukunan, dan kedamaian kehidupan masyarakat di sini," katanya.

Selain itu, katanya, mereka juga menjadi lebih tahu tentang kehidupan sehari-hari anak-anak di desa setempat.

"Peserta kegiatan itu adalah para guru Bahasa Indonesia berasal dari beberapa sekolah di Australia," katanya.

Ia mengatakan kegiatan itu yang keempat kalinya dalam dua tahun terakhir, yang difasilitasi ACICIS, yakni pada 2012 tiga kali dan awal 2013 satu kali.

Pada kesempatan itu secara bergantian Sitras dan Untung menjelaskan tentang aktivitas kebudayaan yang mereka kelola melalui padepokan dan sanggar masing-masing, dengan melibatkan anak-anak dan masyarakat setempat.

Anda sedang membaca artikel tentang

Puluhan Guru Australia Belajar Budaya di Merapi

Dengan url

http://automotivecyberspaces.blogspot.com/2013/01/puluhan-guru-australia-belajar-budaya.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Puluhan Guru Australia Belajar Budaya di Merapi

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Puluhan Guru Australia Belajar Budaya di Merapi

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger