Dari Mesir hingga Jember

Written By Luthfie fadhillah on Senin, 08 Juli 2013 | 21.01





Catatan Kaki Jodhi Yudono

Semula saya hendak menulis tentang situasi Mesir pasca Mursi digulingkan oleh militer dan oposisi negeri itu.  Tayangan TV dan berita tentang Mesir sudah saya lahap beberapa hari belakangan ini. Tapi situasi dalam negeri republik ini sungguh lebih memprihatinkan berkait dengan kenaikan harga kebutuhan hidup setelah kenaikan harga BBM dan menjelang puasa tiba.

Namun tak ada salahnya juga sebelum lebih jauh ngomongin soal harga-harga kebutuhan yang melambung tinggi, baik juga kita longok sejenak peristiwa yang sedang berlangsung di Mesir.

Maklumlah, meski letaknya ribuan Km dari Indonesia, toh Mesir punya riwayat yang dekat dengan Indonesia. Mesir adalah negara pertama di dunia yang mengakui Kemerdekaan RI dari penjajahan Belanda. Ya, Mesir adalah saudara kita. Kini bangsa itu sedang lara, kita wajib memerhatikannya juga.

Di samping, tentu saja ada pelajaran penting yang bisa kita petik dari situasi terakhir Mesir. Menurut hemat saya, ada yang tak lazim sedang berlangsung di Mesir dan juga pada peradaban umat manusia. Bayangkanlah, kudeta oleh militer atas sebuah pemerintahan yang sah dan demokratis di bawah pemerintahan Presiden Mursi yang baru berlangsung setahun, "didiamkan" bahkan oleh bangsa-bangsa yang selama ini mengaku demokratis.

Ah..., jangan-jangan, kejadian di Mesir dan di Indonesia penyebabnya sama, yakni lantaran mengikisnya akal sehat.

Krisis akal sehat membuat kita tak lagi mampu berpikir jernih. Ketika akal sehat hilang, maka krisis-krisis lainnya pun tampil di depan mata.

Dan lihatlah Mesir kini, kaum oposisi yang didukung militer negeri itu menuduh Mursi memiliki empat "dosa", karenanya dia wajib digulingkan. Yang pertama, karena dominasi Ikhwan (pendukung Mursdi) di Pemerintahan. Yang kedua, memburuknya ekonomi Mesir. Ketiga, adanya pelanggaran HAM. Keempat, Mursi membuat dekrit dengan menyatakan Presiden tidak dapat diturunkan oleh pengadilan.

Barangkali terlalu lebay jika berharap banyak dari pemerintahan yang baru berusia setahun untuk mengubah suasana menjadi lebih baik. Selain itu, tuduhan "empat dosa Mursi" pastilah dengan gampang bisa dipatahkan kelompok pendukung Mursi. Tuduhan pertama, mereka bisa menjawab 'adalah wajar jika pemenang pemilu menguasai pemerintahan. Partai Kebebasan dan Keadilan memenangkan pemilu dengan suara 40%. Wajar jika kemudian mereka memiliki anggota dewan terbanyak dan menjadi mayoritas di parlemen."

Tuduhan kedua, bisa saja dipatahkan dengan argumen bahwa buruknya ekonomi Mesir merupakan warisan Mubarak. Birokrasi di masa Mubarak adalah birokrasi yang korup, dan birokrasi ini masih bertahan di masa Mursi.

Mengenai pelanggaran HAM, berkait dengan serangan ke Gereja Koptik bisa dibantah bukan dilakukan oleh pemerintah, sebab hingga kini polisi belum mengumumkan hasilnya.

Tentang dekrit presiden, ini dilakukan Mursi karena banyak antek Mubarak di pengadilan dan MK mencoba menggulingkan Mursi dengan berbagai tuduhan. Karena itu, Mursi membuat dekrit dengan menyatakan Presiden tidak dapat diturunkan oleh pengadilan (edition.cnn.com).

Sebagai jawaban dari tindakan militer yang berlebihan itu, ribuan Ikhwanul Muslimin yang tak terima Mursi digulingkan pun berkumpul di Nasr City, Kairo, Mesir untuk memprotes kudeta militer dalam menumbangkan mantan Presiden Mursi dan pemerintahan yang sah.

Diberitakan AlJazeera, Jumat 5 Juli 2013, ribuan orang bergabung dalam unjuk rasa setelah salat Jumat waktu setempat. Para pendukung Mursi berkumpul memenuhi panggilan Ikhwanul Muslimin yang menyerukan untuk demonstrasi menentang kudeta terhadap Mursi pada Rabu 3 Juli 2013 oleh militer Mesir akibat desakan unjuk rasa oposisi yang digelar sejak Minggu 30 Juni 2013.

Pendukung mantan Presiden Mohammed Mursi terus melanjutkan aksi unjuk rasa pada hari Minggu waktu setempat. Kendati dalam aksi demonstrasi sebelumnya telah mengakibatkan jatuhnya korban tewas sebanyak 30 orang dan melukai lebih dari 1.100 lainnya di seluruh negeri.

Minggu 7 Juli 2013, Al Jazeera kembali memberitakan, pendukung Mursi berkumpul di depan Masjid Rabaa al-Adawiya, Universitas Kairo, dan di markas tentara kepresidenan. Mereka menolak kudeta yang dilakukan pihak militer yang berujung penggulingan Presiden Mohammed Mursi. Mereka juga menuntut dikembalikannya legitimasi Mursi ke kursi kepresidenan.

Bangsa Mesir belakangan sedang melewati hari-hari yang berat karena perbedaan pandangan. Semoga perbedaan pandangan di antara mereka akan melahirkan benih-benih kesadaran untuk saling menghargai di dalam perbedaan itu sendiri.

Begitulah, sambil berdoa untuk bangsa Mesir, kita di sini kita tetap menjaga akal waras kita agar dapat melihat setiap peristiwa dengan jernih.

Mari kita tinggalkan Mesir, dan tengoklah negeri elok nan permai yang membentang dari Sabang hingga Merauke ini. Pada Senin pagi (8/7/13), kita dikejutkan kabar duka dari Jember. Diberitakan, Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di Kabupaten Jember merenggut korban jiwa, Minggu (7/7/2013). Ny Moah (60) seorang janda asal RT 1 RW 2 Dusun Krajan Desa/Kecamatan Mumbulsari meninggal dunia di tengah-tengah acara pembagian BLSM di balai desa setempat.

Kabar duka dari Jember ini menggenapi kabar menyedihkan dari para ibu yang "tercekik lehernya" lantaran harga-harga melambung tak ketulungan.Harga daging sapi sudah melonjak hingga 120 ribu/kg dan daging ayam sudah merangkak hingga Rp 60 ribu/kg, diikuti harga cabai dan yang lainnya.

Silakan anda bertanya-tanya, bagaimana gerangan membagi uang Rp 150 ribu yang diterima oleh warga yang digolongkan miskin untuk penghidupan mereka selama sebulan, jika harga-harga lari mendahului pendapatan yang mereka peroleh.

Walhasil, masyarakat pun menurunkan derajat kualitas belanjaannya untuk disesuaikan dengan kantong. Mereka memilih daging berkualitas rendah dan cabe rusak untuk belanja hariannya. Daging sapi yang sudah kehitaman warnanya dipatok harga Rp 75 ribu/kg, ayam berkualitas rendah dihargai Rp 10 ribu/kg, dan cabai rusak Rp 20 ribu/kg dari harga Rp 90 ribu/kg.

Barangkali benar bahwa dalam hidup kita harus memiliki strategi, tapi janganlah strategi itu menjurus pada siasat yang merugikan diri dan orang lain. Pada situasi susah begini, ada saja perilaku sebagian orang yang membuang akal sehatnya semata untuk kepentingan diri sesaat.

Entah siasat apa yang dipakai oleh para pengambil kebijakan negeri ini sehingga harus menaikkan BBM menjelang bulan Ramadhan. Entah siasat apa yang dipakai sehingga pengambil kebijakan memilih BLSM untuk membantu warga miskin yang terdampak langsung oleh kenaikan BBM.

Dan kini kita tahu, betapa dahsyatnya pengaruh dari kebijakan-kebijakan itu. Harga-harga kebutuhan melambung tinggi, pembagian BLSM banyak yang tak tepat sasaran, dan hari Minggu kemarin Ny Moah meninggal akibat berdesak-desakan saat antre BLSM.

Ya, ya... Krisis akal sehat bagaikan virus penyakit ganas yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan bangsa kita sekarang ini. Di berbagai bidang, kita bisa langsung menemukan keputusan-keputusan konyol yang memengaruhi kehidupan jutaan manusia. Terungkapnya kasus-kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi bukti nyata betapa
kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh pejabat publik berasal dari kedangkalan berpikir serta ketidakmampuan membedakan urusan publik dan urusan pribadi.

Oh.. akal sehat, ke mana perginya engkau?

@JodhiY




Editor : Jodhi Yudono




















Anda sedang membaca artikel tentang

Dari Mesir hingga Jember

Dengan url

http://automotivecyberspaces.blogspot.com/2013/07/dari-mesir-hingga-jember.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Dari Mesir hingga Jember

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Dari Mesir hingga Jember

sebagai sumbernya

0 komentar:

Posting Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger