Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Tampilkan postingan dengan label Megapolitan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Megapolitan. Tampilkan semua postingan

KOMPAS.COM - Not Found

Written By Luthfie fadhillah on Rabu, 13 November 2013 | 21.46





Harian Kompas  |  Kompas TV


Rabu, 13 November 2013










  • Channel

  • Channel








KOMPAS.com tidak dapat menampilkan link yang Anda tuju saat ini

Silakan tunggu beberapa saat lalu refresh halaman ini atau gunakan fasilitas search di bawah ini untuk mencari berita KOMPAS.com





Go
























21.46 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.COM - Not Found

Written By Luthfie fadhillah on Selasa, 12 November 2013 | 21.46





Harian Kompas  |  Kompas TV


Selasa, 12 November 2013










  • Channel

  • Channel








KOMPAS.com tidak dapat menampilkan link yang Anda tuju saat ini

Silakan tunggu beberapa saat lalu refresh halaman ini atau gunakan fasilitas search di bawah ini untuk mencari berita KOMPAS.com





Go
























21.46 | 0 komentar | Read More

17 Buruh Terluka Dianiaya Ormas, Buruh Minta Kapolres Bekasi Diganti

Written By Luthfie fadhillah on Kamis, 31 Oktober 2013 | 21.46





BEKASI, KOMPAS.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal menyatakan, sebanyak 17 buruh terluka akibat diserang massa beratribut Pemuda Pancasila dalam aksi mogok nasional di Kabupaten Bekasi, Kamis (31/10/2013). Terkait kejadian itu, KSPI meminta Polri atau Polda Metro Jaya mencopot jabatan Kepala Kepolisian Resor Kota Bekasi Kabupaten Komisaris Besar Isnaeni Ujiarto. "Karena, membiarkan sekelompok preman membawa balok, pedang, atau golok kemudian menyerang, membacok, memukul, dan merusak kendaraan buruh saat aksi," kata Said Iqbal.


KSPI memberi tenggat waktu 3x24 jam bagi Mabes Polri dan Polda Metro Jaya untuk menindak Kepala Polresta Bekasi Kabupaten. Jika tidak ada tindakan, buruh akan mengepung Polresta Bekasi Kabupaten. "Buruh akan habis-habisan melawan pemukulan karena telah menodai mogok nasional yang tertib dan damai," kata Said.


Dalam catatan KSPI, 17 buruh terluka serius sehingga harus dirawat. Selain itu, 11 buruh terluka ringan akibat serangan massa. Penyerangan terjadi di sejumlah lokasi di kawasan industri, antara lain di Delta Silicon 2 saat buruh berkonvoi menuju titik aksi mogok kerja di simpang empat EJIP. Selain itu, di PT Abacus Kencana Industries saat pekerja hendak berkonvoi untuk menuju titik aksi.


Sebanyak 17 buruh yang terluka serius sehingga harus dirawat di Rumah Sakit Hosana Medica itu terdiri atas 4 buruh terluka tusuk, 5 buruh terluka bacok di punggung, kepala, atau paha, 1 buruh patah tangan, dan 7 buruh diseret dan dipukuli dengan besi dan balok. Buruh-buruh itu berasal dari PT Abacus (5 orang), PT Tri Star (1 orang), PT Gaza Purindo (1 orang), PT Fata (1 orang), PT Kein (1 orang), PT NKEI (3 orang), PT Suang Hin (1 orang), PT Duta Laser Metalindo (1 orang), PT Kyuengsin (1 orang), PT Sakai (1 orang), dan PT Titian Indah (1 orang).


Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Bekasi Apuk Idris yang dikonfirmasi terpisah menyatakan, penyerangan terhadap buruh sebagai balasan. "Buruh menyerang kami duluan," katanya.





Editor : Laksono Hari Wiwoho







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Demo Buruh











21.46 | 0 komentar | Read More

Selama Hilang di Monas Alma Dirawat Tukang Penyewaan Sepeda

Written By Luthfie fadhillah on Rabu, 30 Oktober 2013 | 21.46





JAKARTA, KOMPAS.com — Selama empat hari hilang di Kawasan Monas, Jakarta, Alma Aini Hakim (7) dirawat oleh Aja Suharja (49), seorang tukang penyewaan sepeda di sisi selatan kawasan Monumen Nasional (Monas).


Aja menemukan Alma yang terlihat sedang kebingungan pada Sabtu (26/10/2013). Kepada Aja, Alma bercerita ia terpisah dan tersesat dari tantenya ketika sedang membeli gorengan.


"Kaya kesusahan gitu Alma. Terus saya tanya, kenapa kamu? Alma menjawab dia tersasar karena disuruh tante untuk membeli gorengan," kata Aja di kawasan Monas, Rabu (30/10/2013).


Selama empat hari bersamanya, Aja memberi Alma baju ganti. Baju lama Alma disimpan Aja. Saat ditemukan, Alma menggunakan baju berwarna abu-abu dan celana jins pendek berwarna merah.


"Dia sempat saya ajarin naik sepeda juga. Tadinya dia enggak bisa naik sepeda," katanya.


Seperti diberitakan sebelumnya, Alma diberitakan hilang saat sedang diajak jalan-jalan tantenya ke Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (26/10/2013).


Ayah Alma, Roy Julian Hakim, menyebarkan kabar hilangnya Alma melalui media sosial. Kabar itu tersebar secara berantai, salah satunya diterima Nia, yang akhirnya menemukan Alma (baca: Berkat Pesan Berantai, Bocah Hilang di Monas Akhirnya Ditemukan). (Bintang Pradewo)





Editor : Heru Margianto
















21.46 | 0 komentar | Read More

Penyerapan Anggaran Dinas Damkar DKI Masih di Bawah 30 Persen

Written By Luthfie fadhillah on Selasa, 29 Oktober 2013 | 21.46





JAKARTA, KOMPAS.com - Realisasi penyerapan anggaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI masih rendah. Kepala Dinas Damkar dan PB Subejo mengakui penyerapan anggaran dinasnya masih rendah menjelang akhir tahun anggaran.


"Memasuki triwulan IV, realisasi penyerapan anggaran baru mencapai 29,51 persen," kata Subejo di Balaikota Jakarta, Selasa (29/10/2013).


Tahun ini Dinas Damkar dan PB tahun 2013 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 1,096 triliun. Kendati demikian, Subejo optimistis penyerapan anggaran akan terealisasi melebihi 90 persen di akhir tahun. Ia mengatakan, hampir seluruh proyek pengadaan alat pemadam kebakaran masih dalam tahap proses lelang. Lelang itu akan selesai pada November. Barang-barang yang dipesan akan datang pada Desember karena hampir semua alat pemadam kebakaran didatangkan merupakan barang impor.


"Kami optimistis, penyerapan anggaran akan terealisasi lebih dari 90 persen di akhir tahun ini," kata mantan Kepala Bidang Operasional Dinas Damkar dan PB DKI tersebut.


Beberapa alat pemadam kebakaran yang sedang dalam proses lelang, antara lain pengadaan pompa kebakaran manual (pawang geni), alat perlindungan pernapasan masyarakat dan petugas, sepeda pemadam kebakaran, dan alat bantu evakuasi bencana.


Subejo mengatakan, dari total anggaran Dinas Damkar dan PB DKI, sebanyak Rp 292 miliar merupakan belanja tidak langsung atau belanja pegawai. Adapun Rp 804 miliar merupakan belanja langsung untuk penambahan alat-alat pemadam kebakaran.


Beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memberi pengarahan kepada para pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Saat itu, Jokowi mengeluhkan rendahnya penyerapan anggaran oleh SKPD DKI. Ia mengharapkan, di akhir tahun, penyerapan anggaran para SKPD mencapai 97 persen. Sepuluh SKPD yang penyerapan anggarannya terendah hingga 17 Juni 2013 adalah Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI (2,18 persen), Dinas Perhubungan DKI (4,04 persen), Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI (4,40 persen), Dinas Pekerjaan Umum DKI (6,11 persen), Dinas Kelautan dan Pertanian DKI (8,16 persen), Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DKI (10,50 persen), Dinas Damkar dan PB DKI (10,55 persen), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI (10,78 persen), Dinas Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil Menengah Perdagangan (KUMKMP) DKI (12,23 persen), serta Dinas Olahraga dan Pemuda DKI (12,83 persen).





Editor : Laksono Hari Wiwoho
















21.46 | 0 komentar | Read More

Dicecar Komisi VIII, Ini Jawaban Jokowi

Written By Luthfie fadhillah on Senin, 28 Oktober 2013 | 21.46





JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Joko Widodo dengan santai menjawab rentetan pertanyaan anggota Komisi VII DPR RI atas beberapa topik dalam kunjungan kerja DPR ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Senin (28/10/2013).


Terkait pertanyaan soal analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) proyek penataan waduk di Jakarta, yang dilontarkan SW Yudha, politisi Fraksi Partai Golongan Karya, Jokowi mengaku sudah memilikinya. "Amdal sudah ada, kan memang lagi proses dan belum selesai. Pembangunannya saja masih lama," ujar Jokowi santai.


Jokowi juga menanggapi ringan pertanyaan yang dilontarkan politisi dari PAN, Alimin Abdullah, yang menyebut penataan waduk di Jakarta yang tidak komprehensif. Menurut Alimin, sumber air waduk diketahui adalah limbah, baik limbah rumah tangga maupun industri di sekitar waduk itu. Ia juga menilai pembangunan waste water treatment tak cukup untuk mengolah limbah yang ada di waduk tersebut. 


"Kalau Waduk Ria Rio, fokusnya mempercantik dan hanya memenuhi ruang terbuka hijau dan ruang publik," ujar Jokowi. "Pengolahan limbah di situ fokus pada mengolah air limbah rumah tangga menjadi bersih, bukan mengubah air waduk untuk jadi konsumsi (warga)," lanjutnya.

Sementara itu, pertanyaan Effendi Simbolon dari PDI-Perjuangan soal urgensi reklamasi pulau di utara Jakarta dan giant sea wall yang dinilai akan mengganggu ekosistem, juga kehadiran kawasan Pantai Indah Kapuk, yang dinilai menjadi kawasan eksklusif bagi kalangan ekonomi atas dan tertutup bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah di Jakarta, tak dijawab keseluruhan oleh Jokowi. "Reklamasi itu urusannya giant sea wall, itu berhubungan. Tujuan kita satu, membendung rob dari utara. Di sana juga akan kita bangun pengolahan air limbah supaya berguna bagi warga," ujarnya tanpa menjawab soal peruntukan area reklamasi.


Sebanyak 14 anggota Komisi VII DPR RI duduk berjejer berhadapan dengan Jokowi dan stafnya dalam kunjungan kerja yang berlangsung di Ballroom Balaikota. Pertemuan itu digelar dari pukul 17.00 WIB hingga pukul 19.30 WIB.


Acara yang juga dihadiri oleh Dirut Pertamina Karen Agustiawan, sejumlah satuan kerja perangkat daerah, Kepala BUMD, dan pejabat Pemprov DKI lainnya itu ditutup dengan makan malam bersama. 





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















21.46 | 0 komentar | Read More

Sebelum Lomba, Romo Karolus Sempat Ingatkan Sumarya

Written By Luthfie fadhillah on Minggu, 27 Oktober 2013 | 21.46





JAKARTA, KOMPAS.com - Berita duka mewarnai perhelatan lomba lari Jakarta Marathon 2013, yang berlangsung Minggu (27/10/2013). Seorang pemuka agama asal Magelang bernama Ignatius Sumarya meninggal saat mengikuti lomba lari marathon untuk kategori 10 km.


Romo Karolus Jande PR, rekan mendiang Sumarya, mengatakan sebelum berpartisipasi dalam perhelatan internasional tersebut, dirinya sempat mengingatkan agar Sumarya mengecek kondisi kesehatannya terlebih dahulu.


"Dia masih yakin kondisinya sehat, dan dia juga tidak pernah mengeluh sakit jantung, " ujar Karolus saat ditemui wartawan, di rumah duka St Carolus, Salemba, Jakarta Pusat, Minggu (27/10/2013).


Menurut Karolus, lomba marathon tersebut merupakan lomba pertama yang diikutinya. "Baru kali ini ikut (Jakarta Marathon). Lewat ajang ini, sebenarnya ia ingin menunjukkan kepedulian terhadap anak-anak kurang mampu," ujarnya. 


Karolus mengaku belum bisa menjelaskan soal penyebab kematian rekannya itu, "Dugaan sementara jantung. Belum ada keterangan resmi dari rumah sakit," ungkap Karolus.


Sementara itu, Agustinus Mursid Prananto (38), salah satu keponakan Sumarya, mengatakan jenazah pamannya akan dibawa ke Ungaran, Jawa Tengah, pada Senin (28/10/2013) pukul 16.30 WIB.  "Teknisnya seperti apa, saya belum tahu," tutur Agustinus.


Gunawan Wibisono, perwakilan Bank Mandiri selaku penyelenggara event tersebut, ditemui di Rumah Sakit ST Carolus, mengatakan pihaknya akan menyerahkan bantuan terkait wafatnya pemuka agama tersebut ke pihak seminari. "Tetapi ini inisiatif kami. Dari awal semua peserta mengisi formulir asuransi, tetapi beliau (Sumarya) tidak mengisinya," pungkasnya.  





Editor : Eko Hendrawan Sofyan


















21.46 | 0 komentar | Read More

Mengapa Jakarta Marathon 2013 Dimulai sejak Subuh?

Written By Luthfie fadhillah on Sabtu, 26 Oktober 2013 | 21.46

- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Jakarta Marathon 2013. Lomba lari sejauh 42,195 kilometer ini akan diikuti oleh sekitar 10.000 pelari dari berbagai negara.

Mereka akan mulai berlari pada pukul 05.00 WIB pagi. Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta Ratiyono memiliki alasan mengapa para pelari elite nasional dan internasional mulai berlari di waktu Subuh.

"Para pelari ini akan dihadapkan faktor cuaca. Saat ini cuaca Jakarta masuk masa peralihan dari panas ke hujan dan udaranya cenderung kering," kata Ratiyono, di Monas, Jakarta, Sabtu (26/10/2013).

Hal tersebut menjadi kelemahan para pelari mancanegara yang terbiasa dengan suhu sedang. Inilah yang menjadi salah satu alasan, mengapa lomba lari tersebut dimulai pukul 05.00 WIB pagi.

Waktu tempuh para pelari internasional ini diperkirakan sekitar 90-120 menit. Sehingga, pada pukul 06.30 WIB atau maksimal pukul 07.00 WIB, pelari elite internasional itu telah mencapai garis finish.

Saat itu, kata dia, suhunya masih dalam tahap standar suhu yang biasa mereka rasakan. Hanya saja, ia mengakui, kelembaban udara di Jakarta bisa turun drastis pada jam-jam itu sehingga terasa kering. Perubahan suhu udara ini bisa mempengaruhi stamina pelari.

Di samping itu, satu hal yang menjadi masalah adalah para pelari pemula yang berani mengambil lari jarak jauh ini. Sehingga, ia mengimbau kepada para pelari pemula untuk bisa mengukur kemampuan masing-masing, dan tidak memaksakan diri.

"Karena waktu tempuh mereka diperkirakan 5 jam sampai 7 jam," katanya.

Tak mengherankan apabila Jakarta Marathon 2013 ini diminati oleh para pelari dari seluruh penjuru dunia. Bagaimana tidak? Mereka, para pemenang akan mendapatkan hadiah yang cukup menggiurkan.

Pemprov DKI saja menyumbang sebanyak Rp 2 miliar dan Rp 480 juta untuk total hadiah. Pemenang pelari dari Indonesia akan mendapatkan 5.000 dolar AS. Sedangkan pelari elite internasional akan mendapatkan hadiah sebesar 40.000 Dolar Amerika.

21.46 | 0 komentar | Read More

Pohon Beringin Tumbang di Kemang, Pengemudi Selamat dari Maut

Written By Luthfie fadhillah on Jumat, 25 Oktober 2013 | 21.46





JAKARTA, KOMPAS.com -Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur kawasan Jakarta Selatan, Jumat (25/10/2013) siang, menyebabkan pohon beringin besar yang terletak di Jalan Kemang Raya tumbang dan menimpa dua mobil yang sedang terparkir.

Doni (29), salah seorang warga di lokasi tersebut, mengatakan, beringin yang tumbang berada di ruas jalan yang mengarah ke Mampang Prapatan, tepat di depan sebuah minimarket. Adapun dua mobil yang tertimpa yakni, Suzuki Carry jenis pick-up dan Ford Escape.


"Tadi siang sekitar jam 15.00 WIB waktu hujan deras. Pas anginnya kencang, pohonnya tumbang. Pohonnya udah tua sih," terangnya saat ditemui, Jumat sore.


Selain mobil, kata Doni, pohon juga menimpa kabel listrik hingga sempat mengakibatkan  padamnya listrik di kawasan tersebut.


Akibat peristiwa tersebut, arus lalu lintas menuju arah Mampang, atau sebaliknya ke arah Blok M, sempat tersendat. Mengingat, setengah ruas jalan terhalang pohon tumbang sehingga kendaraan yang melintas harus bergantian.


Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Budi, sopir Suzuki Carry, berhasil menyelamatkan diri sebelum pohon tersebut tumbang menimpa kendaraan yang tengah ditumpanginya.


"Saat pohon mau tumbang, dia sempat lihat dan langsung keluar (mobil)," jelas Doni.


Saat ini, pohon yang tumbang telah dievakuasi oleh petugas Suku Dinas Pertamanan Jakarta Selatan sekitar pukul 17.00 WIB.





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















21.46 | 0 komentar | Read More

Jadi Pengedar Ganja di Laut, ABK Kapal Diciduk Polisi

Written By Luthfie fadhillah on Kamis, 24 Oktober 2013 | 21.46






JAKARTA, KOMPAS.com -
Kepolisian Sektor Penjaringan Jakarta Utara menyita 500 gram daun ganja dari seorang anak buah kapal (ABK) di Jalan Muara Angke, RT 01/11, Pluit Panjaringan, Jakarta Utara, Kamis (24/10/2013).


Rencananya, daun ganja kering itu tersebut akan dijual Ramadhani (30) di atas kapal ikan. Ramadhani diringkus anggota Kepolisian Sektor Penjaringan di depan rumahnya saat akan berangkat naik kapal untuk menangkap ikan tuna.


"Kita masih kembangkan kasus ini. Ini merupakan hasil informasi masyarakat. Tersangka mendapatkan ganja tersebut dari seorang bandar di Muara Baru," kata Kepala Kepolisian Sektor Metro Penjaringan, Ajun Komisaris Besar Suyudi Ario Seto, melalui pesan singkatnya, Kamis (24/10/2013).


Kepada petugas, Ramadhani mengatakan ganja 500 gram itu dibelinya dari seseorang di kawasan Muara Baru, Penjaringan,  dengan nilai Rp 2,5 juta dan akan dijual di atas kapal ikan karena banyak yang mencari daun ganja tersebut untuk menghangatkan tubuh dan semangat bekerja.


Ramadhani menyebutkan, mereka mengonsumsi ganja itu karena harus berada di laut mencari ikan selama dua bulan ini. Ia juga menyesal karena dari ganja tersebut tidak mendapatkan untung yang banyak justru membuat keluarganya menderita.


Adapun penangkapan Ramadhani berawal dari laporan masyarakat yang menyebutkan bahra Ramadhani sering didatangi orang tidak dikenal setiap turun dari kapal. Kepolisian kemudian melakukan penyidikan dan menangkap tersangka di rumahnya ketika hendak melaut.


Dari rumahnya, polisi menemukan enam paket daun ganja kering dibungkus kertas koran. Tersangka kemudian diamankan ke Polsek Penjaringan. Kegiatan tersangka mengedarkan daun ganja sudah dua tahun lebih dan sulit ditangkap karena pulang dua bulan sekali berlayar mencari ikan di zona ekonomi eksklusif (ZEE).


Adapun tersangka dijerat Pasal 111 dan Pasal 112 UU Narkotika No 35 Tahun 2009 atas kepemilikan dan penyalahgunaan narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau pasal 114 tentang Pengedaran Narkoba dengan ancaman hukuman mati.





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















21.46 | 0 komentar | Read More

PNS DKI Berstatus Tersangka Tetap Terima Gaji

Written By Luthfie fadhillah on Rabu, 23 Oktober 2013 | 21.46






JAKARTA, KOMPAS.com– Beberapa pegawai negeri sipil Provinsi DKI Jakarta yang berstatus tersangka kasus penyalahgunaan anggaran tetap menerima gaji. Namun, gaji yang diterima tidak utuh lagi, yakni 75 persen gaji pokok. Mereka juga tidak menerima tunjangan kepegawaian daerah yang selama ini menambah penghasilannya.

"Statusnya masih PNS, mereka tetap menerima gaji pojok sampai ada keputusan hukum tetap," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi DKI Jakarta Made Karmayoga, Rabu (23/10/2013) di Jakarta.


Rabu tadi, Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat menetapkan pejabat eselon III Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berinisial RB dan YI dalam kasus penyalahgunaan anggaran proyek pengadaan kamera pengawas di Monumen Nasional senilai Rp 1,7 miliar.


RB sebelumnya menjabat sebagai Kepala Suku Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan Jakarta Pusat. Adapun YI bertugas Kepala Suku Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan Jakarta Selatan. Keduanya pernah menjadi panitia lelang proyek pengadaan kamera pengawas di Monumen Nasional.


Terkait dengan posisi RB dan YI, kata Made, keduanya sementara dinonaktifkan sebagai pejabat struktural. Mereka berstatus sebagai pegawai biasa sampai ada ketetapan hukum yang bersifat tetap dan mengikat.


Pada 11 Oktober lalu, Kejaksaan Negeri Jakarta Timur menetapkan Lurah Ceger berinisial FFL dan bendaharanya ZA sebagai tersangka penyalahgunaan anggaran laporan pertanggungjawaban palsu. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, keduanya langsung ditahan. Sama halnya dengan RB dan YI, FFL dan ZA juga masih menerima 75 persen gaji pojok.





Editor : Laksono Hari Wiwoho
















21.46 | 0 komentar | Read More

Atasi Macet di Tanah Abang, Dishub Ubah Rute Angkutan Umum Lagi

Written By Luthfie fadhillah on Selasa, 22 Oktober 2013 | 21.46





JAKARTA, KOMPAS.com — Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan mengubah kembali rute angkutan kota yang melalui kawasan Pasar Tanah Abang, khususnya di depan Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Langkah ini dilakukan karena banyak angkutan umum yang masih ngetem di depan stasiun untuk menunggu penumpang dari lokasi binaan pedagang kaki lima.


Kepala Dishub DKI Udar Pristono mengatakan, mulai Jumat (25/10/2013), Dinas Perhubungan DKI Jakarta (Dishub DKI) memindahkan rute angkutan umum agar naik ke jalan layang (flyover) Jatibaru. "Mereka harus naik ke atas flyover dan turun di Jalan KS Tubun," kata Pristono di depan Blok G Tanah Abang, Selasa (22/10/2013).


Angkutan yang berubah rute itu adalah APTB07 Bekasi–Tanah Abang, AC52 Tanah Abang-Bekasi, 507 Pulogadung-Tanah Abang, P14 Tanjung Priok-Tanah Abang, AC 148 Kampung Rambutan-Tanah Abang, dan S-502 jurusan Kampung Rambutan-Tanah Abang. Pristono berharap perubahan rute itu menghilangkan kemacetan akibat angkutan umum yang menunggu penumpang di stasiun.


Dengan rute baru ini, kendaraan yang naik ke jalan layangJatibaru harus turun dan berbelok kiri menuju Jalan KS Tubun. Angkutan umum itu harus melewati depan Museum Tekstil sebelum belok kembali ke depan Blok G Tanah Abang.


Pristono mengatakan, jika dulu kawasan Tanah Abang macet karena keberadaan pedagang kaki lima (PKL), kini kemacetan terjadi karena banyaknya angkutan umum dan kendaraan pribadi yang melintas di sana. Ia mengklaim bahwa jumlah pengunjung Tanah Abang meningkat sehingga mobil pengunjung mendominasi jalan-jalan di kawasan niaga itu.

"Jadi ini masih wajar. Kalau angkot ngetem, kita tilang atau kita kempiskan bannya," katanya.

Pristono mengatakan, Dishub DKI sudah membangun halte bus dan zebra cross di kawasan Jalan Kebon Jati, Tanah Abang. Masyarakat diminta ikut mendukung ketertiban kawasan Tanah Abang. Untuk menjaga ketertiban kawasan tersebut, Dishub DKI menugaskan 48 orang untuk piket jaga secara bergantian dalam dua shift kerja.


Rencananya, Rabu (23/10/2013) besok, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan kembali memimpin rapat penanganan kemacetan kawasan Tanah Abang di kantornya bersama sejumlah instansi terkait, seperti Dishub, Satpol PP, PD Pasar Jaya.



Sumber : Warta Kota



Editor : Laksono Hari Wiwoho


















21.46 | 0 komentar | Read More

Akhirnya, Dul Diperiksa Polisi

Written By Luthfie fadhillah on Senin, 21 Oktober 2013 | 21.46




AQJ tak mau ibunya, Maia Estianty, jauh darinya selama ia dirawat di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, setelah mengalami kecelakaan mobil di Tol Jagorawi Km 8 200, Jakarta Timur, Minggu (8/9/2013) dini hari. |









JAKARTA, KOMPAS.com -Setelah sempat tertunda beberapa kali terkait kondisi kesehatannya, AQJ alias Dul (13) akhirnya bisa diperiksa polisi. Penyidik kepolisian mendatangi langsung Dul di kediaman orangtuanya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (21/10/2013) sore.

Kepala Seksi Laka Lantas Polda Metro Jaya Komisaris Miyanto mengatakan, Dul diperiksa dari pukul 15.30 hingga pukul 19.00 WIB. Ada 21 pertanyaan yang diajukan kepada putra bungsu Ahmad Dhani tersebut.


"Ada 21 pertanyaan yang ditanyakan seputar kejadian (kecelakaan)," kata Miyanto usai pemeriksaan terhadap Dul, Senin petang.


Menurut Miyanto, Dul mampu menjawab pertanyaan yang diajukan dengan lancar dan tanpa kendala apapun. Polisi juga memberi tahu Dul seputar status tersangka yang saat ini dijalaninya.


Selama pemeriksaan, Dul didampingi pengacaranya dan penyidik kepolisian didampingi petugas dari Badan Pemasyarakatan. Hal itu ditujukan agar tercipta suasana pemeriksaan yang lebih bersifat kekeluargaan dan tidak mengganggu kejiwaan Dul yang masih berusia di bawah umur.


"Adanya pihak pengacara dan juga petugas Bapas sangat berpengaruh, biar tidak ada rasa ketegangan," ujar Miyanto.


Namun Miyanto enggan membeberkan seputar materi pemeriksaan. Nantinya hasil pemeriksaan akan dicek kembali, apakah sudah cukup atau perlu pemeriksaan tambahan.


Dengan diperiksanya Dul, maka polisi sudah meminta keterangan dari semua orang yang menjadi saksi yang terkait erat dengan kasus kecelakaan maut di tol Jagorawi, dari mulai kedua orangtua kandung Dul, Ahmad Dhani dan Maia Estianty, pemerhati anak Seto Mulyadi alias Kak Seto, NV yang merupakan rekan semobil Dul saat terjadinya kecelakaan, keluarga para korban tewas maupun korban yang selamat dalam peristiwa kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Tol Jagorawi, Minggu (1/9/2013) dinihari.


Kemungkinan besar, dalam waktu dekat berkas sudah bisa dilimpahkan polisi ke Kejaksaan untuk segera disidangkan.





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















21.46 | 0 komentar | Read More

Ketahuan Buang Sampah Sembarangan, Denda Rp 100.000

Written By Luthfie fadhillah on Minggu, 20 Oktober 2013 | 21.46






JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Jakarta akan dilibatkan langsung dalam pengelolaan sampah. Ke depannya, akan diterapkan reward and punishmentdalam menjaga kebersihan di Ibu Kota.

Menurut Unu, reward diberikan ke kawasan-kawasan yang bisa mengelola sampah 3R (reuse, refuse, recycle) dengan baik. Sementara di sisi lain, masyarakat yang membuang sampah sembarangan akan ditindak tegas dengan diberi sanksi.


"Sanksi yakni pidana tiga bulan dan denda Rp 100-500 ribu," kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Unu Nurdin, saat dihubungi, Minggu (20/10/2013).


Selain ke warga masyarakat, lanjut Unu, reward and punisment juga diterapkan di kantor-kantor perusahaan dan instansi pemerintah. Untuk perusahaan atau instansi, apabila diketahui ada yang membuang sampah di sembarang tempat, akan dikenakan denda Rp 10-50 Juta. Pengawasan dilakukan sampai ke tingkat kantor kelurahan.


Nantinya, Dinas Kebersihan akan bekerjasama dengan institusi Satuan Polisi Pamong Praja dan Polri. Penegakan itu sendiri berlandaskan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Lingkungan Hidup dan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengolahan Sampah.


"Nanti ada CCTV juga untuk pengawasan," tegas Unu.


Lebih lanjut, kata Unu, kebijakan tersebut akan diterapkan paling lambat awal Januari 2014. Sebelumnya, akan dilakukan lebih dahulu sosialisasi ke masyarakat.





Editor : Ana Shofiana Syatiri
















21.46 | 0 komentar | Read More

Diwawancara Wartawan Asing, Jokowi Dikipasi dari Belakang

Written By Luthfie fadhillah on Sabtu, 19 Oktober 2013 | 21.46





JAKARTA, KOMPAS.com - Seperti biasanya, kedatangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam suatu acara selalu menyedot perhatian warga. Tak berbeda dengan yang terjadi saat dia menghadiri acara "Kaki Lima Night Market Festival" di Jalan Medan Merdeka Selatan, Sabtu (19/1 /2013) malam.

Banyak warga yang memadati acara itu langsung mengerumuni Jokowi yang tiba sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka umumnya ingin sekadar bersalaman dan berfoto bersama. Tak kurang, para wartawan pun berusaha mendekat untuk meminta komentar Jokowi tentang perhelatan yang telah digelar untuk ketiga kalinya ini.


Namun, malam ini terlihat wartawan asing yang berada lebih dekat dengan Jokowi dan langsung melontarkan pertanyaan. "Apa yang mendasari Bapak untuk membuat acara ini? Ini menjadi liputan di seluruh dunia," cetus wartawan asing itu di tengah keriuhan pengunjung.

"Kita hanya ingin membuat satu acara untuk warga dengan harga yang terjangkau. Agar semua masyarakat dapat hadir ke acara tersebut," jawab Jokowi.

"Di sini kita juga akan mencoba memperkenalkan e-money kepada masyarakat. Jadi semua pembayaran di sini akan kita usahakan menggunakan e-money," sambung Jokowi.

Ketika sedang asik melayani si wartawan asing, tiba-tiba seorang wanita datang dan mengipasi orang nomor satu Jakarta itu. Ketika Jokowi sadar ada orang yang mengipasinya dari belakang, dia langsung menoleh, dan mengucapkan terimakasih.

"Tau aja ibu saya kepanasan, terimakasih ya. Coba sekarang ibu yang bicara," kata Jokowi sambil mempersilakan si ibu berbicara dengan wartawan asing itu.
Mendengar hal tersebut, sang ibu lalu menutup mulut bertanda malu.
"Wah saya hanya bisa bahasa Jawa Pak," ucap wanita itu.

Usai wawancara singkat tadi, Jokowi pun kembali berkeliling melihat-lihat lapak-lapak yang berada di jalan sepanjang 380 meter itu. 





Editor : Glori K. Wadrianto
















21.46 | 0 komentar | Read More

Puluhan Gadis Dibebaskan dari Lokasi Penyekapan di Pesanggrahan

Written By Luthfie fadhillah on Jumat, 18 Oktober 2013 | 21.46





JAKARTA, KOMPAS.com- Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan menggerebek lokasi penyekapan puluhan gadis di sebuah ruko Jalan Veteran No. 86, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2013) malam. Puluhan gadis remaja disekap di sana selama 1-2 bulan, setelah sebelumnya dijanjikan akan diberi pekerjaan.

Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Polisi Noviana Tursanurrohmad mengatakan, total ada sekitar 23 perempuan yang disekap di ruko empat lantai dan berteralis tersebut. "Dua belas orang di antaranya di bawah umur," kata Novi di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2013) malam.


Novi menyebutkan, puluhan gadis tersebut didatangkan dari berbagai daerah, antara lain Semarang, Tegal, Cilacap, Garut, dan Cianjur. Mereka dijanjikan akan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga, pengasuh bayi, dan pengasuh lansia di sekitar Jakarta.


Penyidik kepolisian telah memeriksa 15 orang dalam kasus tersebut. Polisi telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk menyediakan tempat penitipan sementara untuk puluhan gadis yang disekap itu.


Sejauh ini belum ada tersangka dalam kasus itu. Polisi masih mendalami adanya praktik perdagangan gadis-gadis tersebut untuk kegiatan prostitusi. Sesuai dengan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang perdagangan manusia, para pelaku nantinya diancam dengan hukuman 15 tahun penjara.





Editor : Laksono Hari Wiwoho
















21.46 | 0 komentar | Read More

Komplotan Freddy Budiman Divonis Mati

Written By Luthfie fadhillah on Kamis, 17 Oktober 2013 | 21.46





JAKARTA, KOMPAS.com - Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) memvonis dua tersangka kasus kepemilikan 1,4 juta pil ekstasi Freddy Budiman, masing-masing dengan hukuman mati dan penjara seumur hidup. Chandra Halim alias Akiong dihukum mati. "Sedangkan Hani Sapta Pribowo divonis penjara seumur hidup," kata Ketua Majelis Hakim Haswandi di PN Jakbar, Kamis (17/10/2013) sore.


Akiong terbukti membeli ekstasi dan menjadi perantara jual-beli ekstasi. Selain divonis mati, Akiong juga didenda Rp 10 miliar. Adapun Hani terbukti menjadi perantara jual-beli ekstasi. Selain dihukum penjara seumur hidup, ia didenda Rp 5 miliar.


Haswandi mengatakan, Akiong merupakn anggota komplotan pemilik 1,4 juta pil ekstasi milik Freddy. Keduanya sudah saling kenal sejak lama. Adapun Hani hanya orang suruhan Freddy yang diminta mengeluarkan ekstasi dari kawasan kepabeanan.


Ada tujuh orang yang terlibat dalam proses pengiriman ekstasi dari seseorang bernama Yu Tang yang berasal dari China. Mereka adalah Freddy Budiman, Chandra Halim, Ahmadi, dan Tedja Harsoyo. Kelimanya divonis mati.


Sementara itu, Muchtar dan Hani Sapta Pribowo divonis penjara seumur hidup. Seorang oknum anggota TNI, Supriyadi, sudah divonis dalam peradilan militer.


Sebelumnya, PN Jakbar juga menjatuhkan hukuman mati kepada Freddy Budiman. Majelis hakim yang diketuai Haswandi menyatakan, terdakwa adalah pemilik ekstasi satu kontainer. Kasus ini diungkap Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2012.


"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," kata Haswandi saat membacakan vonis, Senin (15/7/2013).





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















21.46 | 0 komentar | Read More

Basuki Tegaskan Tak Ada Titip-titipan untuk CPNS DKI

Written By Luthfie fadhillah on Rabu, 16 Oktober 2013 | 21.46






JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menjadi salah satu lembaga penerima calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dalam penerimaan CPNS itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memastikan tak ada "penitipan" penerimaan CPNS.


"Saya tegaskan penerimaan CPNS kali ini tidak ada titip menitip," kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Rabu (16/10/2013).


Seusai Pemprov DKI membuka pendaftaran CPNS, Basuki mengakui, tak jarang dirinya menerima titipan. Hingga saat ini, sudah sekitar lima orang yang menitip dokumen padanya agar lolos menjadi CPNS. Namun, mantan Bupati Belitung Timur itu kembali menegaskan bahwa praktek seperti itu tidak ada lagi di Jakarta.


Kemudian, ia menceritakan kalau salah satu stafnya juga ikut mendaftar CPNS, dan tidak lolos. Sebab, saat pendaftaran ada beberapa poin yang salah isi. Sehingga saat verifikasi administrasi tidak lolos.


"Staf saya saja salah mengisi administrasinya terus ditolak. Tapi dia enggak berani bilang ke saya, karena tahu saya enggak bermain seperti itu," ujarnya.


Pengalaman lain juga diceritakan Basuki. Kali ini, ceritanya ketika ia masih menjabat sebagai Bupati Belitung Timur. Sekretaris pribadinya juga ikut melamar CPNS. Ternyata di daerah, ia baru mengetahui kalau nilai-nilai bisa diatur agar lolos menjadi CPNS. Setelah mengetahui hal tersebut, ia langsung menolak praktik tersebut.


Menurut Basuki, orang-orang yang berada di sekitarnya tidak bisa memanfaatkan jabatan yang saat ini sedang dipangku. Sebab, ia tidak mau berbuat sesuatu yang melanggar aturan. "Secara etika, saya tahu itu salah. Jadi, saya tidak mau lakukan," katanya.


Untuk diketahui, Pemprov DKI tahun ini menyediakan sebanyak 1515 formasi CPNS. Saat ini, sedang dalam tahap tes kompetensi dasar (TKD). Untuk menghindari kecurangan, mulai tahun ini sistem seleksi menggunakan computer assisted test (CAT).





Editor : Eko Hendrawan Sofyan







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
CPNS 2013











21.46 | 0 komentar | Read More

Anas Puji Terobosan Jokowi-Basuki

Written By Luthfie fadhillah on Selasa, 15 Oktober 2013 | 21.46





JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum mengapresiasi kinerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam satu tahun. Menurut Anas, Jokowi dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama mampu membuat terobosan dalam membenahi masalah Ibu Kota.


Anas memuji terobosan Jokowi dalam menertibkan pedagang Pasar Tanah Abang serta revitalisasi waduk. "Ya, itu memang serius banget, tetapi itu sebuah terobosan dan itu langkah awal yang baik saya kira," ujar Anas di kediamannya, Selasa (15/10/2013).


Anas yang menjadi warga Duren Sawit, Jakarta Timur, berharap agar Jokowi dan Basuki melanjutkan program-program yang langsung dibutuhkan masyarakat. Menurut Anas, hal yang mendesak untuk segera diatasi adalah kemacetan, banjir dan kemiskinan.


Menanggapi dimulainya pembangunan mass rapid transit (MRT), Anas mengatakan, apa pun yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI, yang terpenting warga Jakarta mendapatkan fasilitas layanan transportasi publik yang bagus. Proyek MRT ini telah dimulai dengan groundbreaking yang dilakukan oleh Jokowi di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2013). Apakah Anas juga setuju jika Jokowi berhenti menjadi gubernur dan maju sebagai calon presiden 2014? Untuk pertanyaan ini, Anas tidak berkomentar banyak. "Kalau sampai tahun berapa itu urusan politik lah. Itu terserah Jokowi dan terserah partainya," ujarnya. (Ferdinand Waskita)





Editor : Laksono Hari Wiwoho


















21.46 | 0 komentar | Read More

Jokowi: Ini Bukan Pesta, Tapi Syiar

Written By Luthfie fadhillah on Senin, 14 Oktober 2013 | 21.46





JAKARTA, KOMPAS.com- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan, pelaksanaan Jakarta Religious Night Festival bukanlah sebuah pesta, melainkan syiar. Jokowi berharap acara ini akan menjadi sebuah acara rutin tahunan.

"Yang paling penting yang ikut partisipasi banyak, semua masjid kirimkan beduk. Ini bukan pesta, ini syiar. Nantinya akan dikelola lebih baik," kata Jokowi seusai membuka secara resmi acara di silang timur Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2013).


Menurut Jokowi, lancarnya acara JRNF tak lepas dari kerja sama berbagai pihak mulai dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, seluruh pengurus masjid dalam Dewan Masjid Indonesia, Perguruan Tinggi Ilmu Quran (PTIQ), serta sejumlah organisasi kemasyarakatan di Jakarta. Jokowi berharap acara tahun depan lebih semarak dan meriah. "Jakarta ini kan kota religius, jadi religiusnya harus muncul," ujarnya.


Sementara itu, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar mendukung pernyataan Jokowi. Rektor PTIQ itu mengatakan, Kementerian Agama akan bekerja sama lagi dan mendukung Pemprov DKI Jakarta untuk pelaksanaan acara serupa di masa datang.


Jokowi tiba di Monas setelah berjalan kaki dengan diikuti ribuan warga dari Bundaran Hotel Indonesia. Sebelum tiba di Monas, ia ikut memukul beduk. Sesampai di Silang Timur Monas, Jokowi langsung berkumpul dengan sejumlah tamu undangan.


Jokowi meninggalkan acara sekitar pukul 20.30 WIB. Acara JRNF masih akan berlangsung hingga pukul 23.00 WIB.





Editor : Laksono Hari Wiwoho







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











21.46 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger Techie Blogger