Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Sinar Mas Land Journalist Basketball Tournament 2013 Digelar

Written By Luthfie fadhillah on Selasa, 20 Agustus 2013 | 21.01





JAKARTA, Kompas.com — Sinar Mas Land, salah satu pengembang properti terbesar dan terpercaya di Indonesia untuk pertama kalinya menyelenggarakan ajang turnamen bola basket Sinar Mas Land Journalist Basketball Tournament 2013.  

Kompetisi basket bagi para awak media ini akan digelar pada tanggal 27-29 Agustus 2013, bertempat di Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brojonegoro (GMSB) Pasar Festival Kuningan, Jakarta. Sebanyak 16 tim dari media cetak dan elektronik di Indonesia akan saling bersaing untuk memperebutkan total hadiah 54 juta rupiah di turnamen yang akan dipandu secara teknis oleh Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI) dan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) ini.
 
Ke-16 peserta yang sudah memastikan ikut dalam Sinar Mas Land Journalist Basketball Tournament 2013 adalah Bola KG (Harian Bola dan grup Gramedia lainnya), JPNN (Indopos dan Grup Jawa Pos lainnya), Mahaka Media (Republika, Jak TV, Jak FM, Gen FM, dan Harian Indonesia), Berita Satu Media Holding (Suara Pembaruan, Jakarta Globe dan grup media berita satu lainnya), Harian Kompas, Sinar Harapan, Pewarta Foto Indonesia (PFI), Detik.com, TV One, Trans 7, ANTV, SCTV Emtek (SCTV, Indosiar, O Channel),  Metro TV, B Channel, Kompas TV, dan MNC TV.
 
“Kami berharap Sinar Mas Land Journalist Basketball Tournament 2013 mampu menjadi ajang pemersatu bagi para pekerja media, serta menjadi wujud ungkapan terima kasih dari Sinar Mas Land terhadap rekan-rekan media yang selama ini telah banyak membantu publikasi Sinar Mas Land,” ungkap Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy & Services Sinar Mas Land.
 
Ajang Sinar Mas Land Journalist Basketball Tournament 2013 ini mendapat sambutan yang luar biasa dari kalangan media. Walau begitu, untuk ajang perdana ini jumlah peserta dibatasi menjadi 16 tim karena waktu penyelenggaraan dan persiapan yang terbatas, meski masih banyak media yang ingin mengikuti turnamen ini. Mengenai hal tersebut, Ishak menjelaskan, ”untuk mengakomodasi peserta, kita memperbolehkan media yang masih tergabung dalam satu grup untuk bersatu dalam satu tim. Mudah-mudahan untuk kegiatan berikutnya kita bisa libatkan lebih banyak peserta lagi,” kata Ishak pada jumpa pers, Selasa (20/8/2013).
 
Ishak menjelaskan alasan di balik gelaran turnamen basket ini dengan memaparkan, ”bila biasanya kami menikmati hasil kerja para rekan-rekan media dari koran, online, dan tv, mengenai berbagai pemberitaan termasuk memberitakan kegiatan-kegiatan dan perkembangan usaha Sinar Mas Land, maka kini saatnya rekan-rekan dari media berkesempatan untuk me-refresh diri sambil mengukir prestasi, khususnya di cabang bola basket, agar terhindar dari kepenatan kerja.”
 
Ishak juga memaparkan bahwa Sinar Mas Land memiliki kepedulian besar terhadap dunia olahraga di Indonesia, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Hal ini terwujud dalam beberapa seri nasional off-road, kejuaraan dan pra-PON balap sepeda yang bekerja sama dengan Forum Penggemar Sepeda Jakarta dan PB ISSI, serta kejuaraan lari tingkat internasional yang bekerja sama dengan Adidas, yaitu Adidas King of the Road.
 
Ajang ini juga mendapat sambutan hangat dari Ketua SIWO PWI Jaya, Hari Bukhari, yang mengatakan, “Sinar Mas Land Journalist Basketball Tournament merupakan ajang untuk mempererat hubungan kita sebagai sesama pekerja media, oleh sebab itu kebersamaan dan sportivitas harus tetap kita jaga untuk kesuksesan kegiatan ini.”


Hari juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada Sinar Mas Land yang peduli terhadap olahraga, dan berharap ajang ini mampu menjadi acara rutin yang dapat diselenggarakan setiap tahun.
 
Sinar Mas Land Journalist Basketball Tournament menggunakan sistem gugur, dengan formasi pemain di lapangan untuk satu tim terdiri dari empat orang redaksi dan satu orang non-redaksi. Setiap game terdiri dari 4 quarter dengan waktu 10 menit. Peraturan dalam setiap pertandingan di turnamen ini akan mengikuti peraturan standar pertandingan basket di seluruh dunia.
 
Total hadiah yang diperebutkan dalan turnamen ini lebih dari 54 juta rupiah. Juara pertama akan mendapat 20 juta rupiah, juara kedua mendapatkan 10 juta rupiah, peringkat tiga mendapatkan 7,5 juta rupiah, dan peringkat empat mendapatkan 5 Juta rupiah. Tim yang kalah di babak awal juga mendapat hadiah uang. Selain itu terdapat lomba 3 point contest dan akan dipilih pemain terbaik yang masuk ke final untuk menjadi MVP Tournament. (*/)





Editor : Tjahjo Sasongko















21.01 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By Luthfie fadhillah on Senin, 19 Agustus 2013 | 21.52






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













21.52 | 0 komentar | Read More

Cornelia Agatha Lengkapi Visum di RS Fatmawati


Jakarta - Artis Cornelia Agatha mendatangi Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, untuk melengkapi visum, terkait kasus penganiayaan yang diduga dilakukan mantan suaminya, Sony Lawlani, Senin (19/8) malam.


"Tadi habis dari Polda langsung datang ke sini (RS Fatmawati) untuk melengkapi visum yang kemarin dilakukan. Hal itu berguna untuk proses BAP," ujar Cornelia saat ditemui di RS Fatmawati.


Pada kesempatan itu, Cornelia memaparkan bahwa kasus kekerasan yang diduga dilakukan Sony masih terjadi hingga kini.


"Aku ke sini mau melanjutkan yang kemarin aku laporin di Polres Jakarta Selatan. Nggak hanya waktu pacaran dan menikah, setelah ceraipun mas Sony masih melakukan kekerasan, seperti yang kemarin terjadi 17 Agustus 2013," ungkap Cornelia.


"Rencananya senin depan mau BAP, tadinya mau dilakukan hari ini. Tapi karena hasil visumnya belum lengkap dan kondisi aku juga lagi kecapean jadi diundur," tukasnya.



21.50 | 0 komentar | Read More

Dijadikan Tersangka Korupsi, Kepala Dinas KUKM Tangerang Selatan Ditahan





JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangerang Selatan, Nurdin Marzuki, ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi, Senin (19/8/2013).

Nurdin yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perhubungan, Komuninasi dan Informasi Kota Tangsel, ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan alat uji KIR pada 2010 senilai Rp3,4 miliar.

Nurdin ditahan oleh Kejari Tigaraksa setelah diperiksa dari pagi hingga sore hari. Nurdin ditahan di Rutan Jambe, Kecamatan Jambe, untuk 21 hari ke depan.

"Klien saya dalam keadaan baik-baik saja, tidak ada beban. Klien saya yakin seratus persen tidak bersalah atas kasus ini. Kami belum mengetahui pasal-pasal yang dijatuhkan kepada pak Nurdin," ucap kuasa hukum Nurdin Marzuki, Syaiful Hidayat.

Dalam kasus dugaan korupsi KIR tahun 2010, Nurdin ditetapkan sebagai tersangka sejak Oktober 2012. Pihak Kejari Tigaraksa sudah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh orang saksi dalam kasus ini. Namun, penetapan penahanan terhadap yang bersangkutan baru dilakukan saat ini.

Kepala Bagian Hukum Pemkot Tangsel, Ade Iriana, mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara resmi penahanan terhadap Nurdin. "Setahu saya hanya dimintai keterangan. Soal penahanan kami belum mengetahui," ujarnya.

Asisten Daerah (Asda) I Bidang Tata Pemerintahan Kota Tangsel, Ismunandar, juga mengatakan pihaknya belum mengetahui bahwa Nurdin telah ditahan Kejari Tigaraksa.

"Soal penahanan saya belum mengetahui. Tapi memang saya sudah mendapat laporan adanya pemeriksaan pada Nurdin, tadi pagi," ujarnya.

Menurut Ismunandar, pemkot Tangsel langsung menggelar rapat koordinasi membahas kinerja Dinas Koperasi dan UKM yang ditinggalkan Nurdin.

"Kami akan rapatkan soal langkah-langkah ke depan, selama pak Nurdin menjalani proses hukum," ujarnya. (Valentino Verry)




Editor : Tjatur Wiharyo
















21.46 | 0 komentar | Read More

Jenderal Moeldoko Disebut-sebut Tak Bermasalah






JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat TB Hasanuddin mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi, rekam jejak calon tunggal panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Moeldoko, tergolong bersih.

"Untuk Jenderal Moeldoko tidak ada masalah. Ini penjelasan dari bapak ketua KPK," kata Hasanuddin di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta seusai bertemu dengan jajaran pimpinan KPK, Senin (19/8/2013).

Hasanuddin bersama sejumlah anggota Komisi I DPR lainnya, antara lain Nurul Arifin dan Hely Fauzy, menemui pimpinan KPK dalam rangka menelusuri rekam jejak Moeldoko. Nurul mengatakan, pihaknya telah menerima informasi dari KPK seputar harta kekayaan Moeldoko.

Saat ditanya apakah ada peningkatan harta yang dimiliki Moeldoko dalam beberapa tahun terakhir, Nurul enggan membuka informasi dari KPK tersebut lebih jauh lagi. "Kita tidak berhak menginformasikan, ini sangat terbatas," ujarnya.

Hasanuddin mengatakan, berdasarkan peraturan undang-undang, Presiden berhak mengajukan satu calon panglima TNI. Calon tersebut, lanjutnya, kemudian akan mengikuti uji kelayakan dan kepatuhan di DPR yang dijadwalkan pada 21 Agustus 2013 sekitar pukul 10.00 WIB.

Adapun Moeldoko sudah diajukan Presiden sebagai calon panglima TNI menggantikan Laksamana Agus Suhartono yang masa baktinya akan berakhir akhir bulan ini. Surat yang berisi nama calon panglima tersebut diterima DPR dari Presiden pada 23 Juli 2013.

Sebelumnya, Jenderal Moeldoko dipilih Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menggantikan Jenderal Pramono Edhie Wibowo yang pensiun sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Moeldoko dilantik pada tanggal 22 Mei lalu. Sebelum menjadi KSAD, Moeldoko adalah Wakil KSAD. Ia juga sempat menjadi Kasdam Jaya (2008), Pangdivif 1/Kostrad (2010), Pangdam XII/Tanjungpura (2010), Pangdam III/Siliwangi (2010), dan Wakil Gubernur Lemhannas (2011).




Editor : Hindra Liauw
















21.01 | 0 komentar | Read More

Atlet Berkuda Tewas Terjatuh





LONDON, Kompas.com — Seorang atlet penunggang serasi asal Selandia Baru, Tom Gadsby, tewas setelah terjatuh dari kudanya saat perlombaan di Congleton, Cheshire, Inggris, Minggu (18/8).

Akibat kematian atlet berusia 25 tahun ini, lomba yang bertajuk Somerford Park International ini langsung dihentikan. Lomba yang berlangsung sejak Jumat ini diikuti beberapa atlet peserta Olimpiade London 2012 lalu.

Dalam pernyataan resmi, panitia menyebut Gadsby meninggal dunia akibat cedera yang dialaminya. "Seorang penunggang hari ini mengalami cedera di Somerford Park International," demikian pernyataan tertulis panitia.

Peristiwa ini juga dibenarkan oleh federasi ekuestrian (ESNZ) Selandia Baru. "Ini merupakan hari yang tragis dan menyedihkan buat komunitas ekuestrian Selandia Baru. Kami bersama keluarga joki di masa-masa menyedihkan ini," kata Jim Ellis dari ESNZ.




Editor : Tjahjo Sasongko















21.00 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By Luthfie fadhillah on Minggu, 18 Agustus 2013 | 21.53






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













21.53 | 0 komentar | Read More

"Saya Diutus Menyebarkan Keindahan"


”Merdeka! Halo, dengan siapa ini?” begitu tanya seseorang dari seberang telepon pada suatu hari. Pemilik suara tersebut adalah Christoforus Soebiantoro (75) atau yang populer dikenal dengan nama Kris Biantoro. Siapa pun yang meneleponnya, dia akan selalu sapa dengan pekik merdeka!


”Kita harus menjadi manusia merdeka dan mengingatkan orang lain untuk jadi manusia merdeka juga,” ungkap Mas Kris, demikian ia biasa disapa.


Namun sejak 13 Agustus 2013, pekik merdeka itu tidak akan pernah lagi keluar dari mulut Mas Kris. Pedendang lagu Mungkinkah itu mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 13.30 WIB, setelah memandangi burung perkutut di rumahnya yang artistik nan asri di Kompleks Bukit Permai, Jalan Bromo Blok K/8, Cibubur.


Dia adalah anak ke-8 dari 11 bersaudara buah cinta Warsid Sastrowiardjo dan Soekarsih yang lahir di era perjuangan kemerdekaan Indonesia. Maka, tak heran dia memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan punya semangat terus berjuang pantang menyerah. Kerasnya zaman penjajahan, kekejaman perang, kesulitan ekonomi dalam melanjutkan pendidikan dan perjuangan bertahan hidup di negeri orang, hingga penghinaan, prasangka, dan perlakuan tidak adil, silih berganti ia alami. Namun itu tidak membuatnya gentar, lalu mundur dari jalur seni.


Ketika ditanya hal yang paling menggelisahkan hatinya saat ini, pria kelahiran 17 Maret 1938 itu menyebut perilaku korupsi yang telah merasuki bangsa ini. Perilaku itu telah memiskinkan bangsa yang kaya raya ini. Karena itu, saat merayakan ulang tahun ke-70 pada 2007, ia menyelenggarakan kirab sepeda onthel dari Tugu Monas menuju Gedung Perumusan Naskah Proklamasi di Jalan Imam Bonjol 1, Jakarta Pusat. Saat itu ia mengumumkan perlawanan terhadap korupsi. Dengan menumpang mobil kuno bak terbuka, dia “dikawal” 200 pengendara sepeda onthel. Dalam balutan seragam tentara Peta warna hijau lengkap dengan atributnya, Kris tampak segar dan ceria.


90 Km Tiap Hari
Karena pertimbangan kesehatan, saat itu Kris tidak mengendarai sepeda. Namun yang pasti, bersepeda sama sekali bukan pengalaman baru atau aneh baginya. Justru mungkin pengalamannya dalam bersepeda merupakan sesuatu yang aneh bagi orang lain. Terbayangkah seseorang yang menempuh jarak sekitar 90 kilometer setiap hari dengan sepeda selama tiga tahun? Itulah pengalaman suami dari Maria Nguyem Kim Dung ini.


Kris adalah pria asal Magelang dan orangtuanya tinggal di sana. Tapi setelah tamat SMP dia mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di SMA de Britto, Yogyakarta, yang jaraknya sekitar 45 kilometer dari rumahnya. Bisa saja ia ngekos di Yogyakarta, tapi hal ini mustahil baginya, sebab keadaan ekonomi keluarganya tidak memungkinkan. Maklum dia memiliki 11 saudara yang juga butuh biaya, ditambah lagi saat itu perekonomian negara tengah morat-marit. Jalan satu-satunya adalah pergi-pulang (ngelaju) Magelang-Yogya. Uniknya, perjalanan sepanjang 90 kilometer yang melelahkan itu ia tundukkan selama tiga tahun hanya dengan sebuah “sepeda perempuan”.


Tiap pagi Kris harus berangkat dari rumah tepat pukul 04.00 WIB agar bisa tiba di sekolah tepat waktu. “Telat sedikit saja berangkatnya saya pasti lambat masuk kelas sebab jalur kereta api di Jalan Malioboro tertutup selama 15 menit karena ada kereta yang lewat." kenang Kris. Itu artinya dia harus siap di-straf (dihukum, Red) di sekolah. Lalu kalau sering terlambat bisa jadi tidak naik kelas.


Suatu pagi ketika hendak melewati jalan di depan Seminari Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan, Magelang, dari kejauhan secara samar-samar Kris melihat “sosok” tinggi-besar. Sosok itu sontak membuatnya ketakutan, sebab dia mengira itu genderuwo. Dia berhenti dan berencana menunggu hari agak terang baru meneruskan perjalanan. Tapi itu berarti dia akan terlambat sampai di sekolah.


Dibayang-bayangi oleh keterlambatan, dia langsung ingat sosok bruder, guru bahasa Prancis di sekolahnya. Sang bruder terkenal galak dan disiplin. Ternyata ketakutannya pada sang guru bahasa Prancisnya mengalahkan ketakutan Kris pada genderuwo. Dia lalu mengumpulkan keberanian dan segera meluncur cepat-cepat dengan sepeda. Ternyata sosok yang dia kira genderuwo itu hanyalah “kepang”, yang dibuat dari gedek untuk menjemur tembakau.


Tanggung Jawab Artis
Saat ditanya hal yang ia pikirkan sehubungan dengan dunia hiburan kini, ia menjawab,"Saya ingin penyanyi saat ini juga mengerti sejarah musik Indonesia dan sekaligus memperkenalkan sejarah musik Indonesia pada generasi muda saat ini."


Kris mengaku sangat prihatin melihat para pencipta lagu, seperti Ismail Marzuki, Bing Slamet, dan Soetedjo, yang pernah menghasilkan lagu dan lirik yang sangat indah ternyata dilupakan. "Bangsa ini tercipta karena ada mata rantai sejarah yang tidak boleh putus. Segala sesuatunya pasti ada sejarahnya. Demikian pula saya tidak mau melupakan jasa besar dari para pencipta lagu yang mulai dilupakan itu. Saya bisa seperti sekarang karena mereka," ujar pemilik album Mungkinkah dan Juwita Malam ini.


Kris mengungkapkan, menjadi artis tidak hanya sekadar menyanyi atau mahir tampil di atas panggung. Artis juga harus memiliki tanggung jawab untuk memberi contoh positif pada masyarakat dan tidak terjebak dalam kehidupan hedonis seperti yang sering muncul di televisi.


"Celakanya banyak artis yang tidak peduli lagi pada sejarah, terutama sejarah musik Indonesia. Kalau menyanyi, ya menyanyi saja, tidak mengerti bagaimana lagu itu diciptakan, tidak menghayati, dan tidak tahu siapa yang menciptakan lagunya," kata Kris.


Apakah Kris lantas menyalahkan kaum muda? “Saya tidak menyalahkan kaum muda. Kalau saya muda pada zaman ini, saya akan begitu juga. Itu artinya ada yang salah urus terhadap bangsa dan generasinya,” ungkap Kris.


Di jagat hiburan Tanah Air Kris adalah salah satu kampiun. Dia selalu berusaha melakukan yang terbaik. Meski begitu, hasil kerja keras dan pengabdiannya yang maksimal banyak kali tidak dihargai secara setimpal. Ia pernah mengalami pemecatan di KBRI Australia karena isu murahan. Ia dicap komunis karena menikahi gadis Vietnam. Lalu di TVRI, tanpa alasan yang jelas, dia juga mengalami pemecatan.


Di TVRI juga ia mengalami perlakuan yang menyakitkan. Suatu kesempatan, seorang pimpinan televisi milik pemerintah itu menarik dengan paksa kalung salib di lehernya sampai putus. Sang pimpinan itu tidak suka melihat pencipta dan pendendang lagu Dondong Opo Salak ini mengenakan salib. “Kalau diminta baik-baik untuk tidak mengenakan salib saat syuting, toh saya tidak apa-apa,” tulis Kris dalam buku autobiografinya Manisnya Ditolak di halaman 190.


Pada zamannya, Kris sungguh menjadi bintang yang dielu-elukan meski tidak jarang juga dilecehkan. Selain Kris adalah penyanyi, dia juga MC termahal, bintang iklan laris, dan pemain serta sutradara film. Sebut saja beberapa film yang ia bintangi: Laki-laki Pilihan, Jagoan Tengik, Si Manis Jembatan Ancol, Bulan di Atas Kuburan, dan Last Tango in Jakarta. Sedangkan di bidang rekaman ia telah melahirkan sangat banyak album. Berapa albumnya? “Ini memalukan, saya tidak hafal jumlah album saya,” ujarnya terkekeh.


Tugas Menyebarkan Keindahan
Sebagai seorang seniman, dalam berkesenian pria yang pernah meraih Lifetime Achievement Award dari Panasonic ini berprinsip para artis, termasuk dirinya, adalah kelompok manusia yang diutus Tuhan untuk menyebarkan keindahanNya. Karena prinsip ini, ia mengaku tidak pernah neko-neko alias hanya menempuh jalan lurus.


Menurut Kris, setiap murid Kristus diutus ke dunia untuk menyebarkan kebenaran, kebaikan dan keindahan. ”Konon saya diutus ke bagian menyebarkan keindahan. Saya bisa menari, membuat film, menyanyi, berbicara, menulis. Itu semua datangnya dari Tuhan. Jadi, kalau menjadi artis hanya untuk membuktikan diri ini mampu, bisa kawin-cerai, bisa terkenal, pasti bukan itu maunya Tuhan. Menjadi artis terkenal sebenarnya bisa menjadi bagian yang ampuh dalam menyebarkan kebaikan. Kita tak cukup hanya berdoa saja, harus ora et labora. Kalau hanya berdoa saja, tidak ada artinya, berbuatlah sesuatu!” kata penulis buku Belum Selesai: Kisah 38 Tahun Perjuangan Pendekar Ginjal Soak ini.


Buku itu berkisah tentang pengalaman Kris dalam menjalani hidup sebagai penderita gagal ginjal selama 38 tahun. Sampai penghujung hidupnya, secara rutin Mas Kris menjalani cuci darah setiap minggu.


Kris Biantoro telah kembali kepada penciptaNya. Jeep kesayangannya yang biasa ditumpangi saat ke gereja tak akan pernah lagi ia pakai. Perjalanannya ke rumah Sang Khalik tentu ia tempuh menggunakan “jeep” dalam bentuk lain, yakni amal ibadah yang ia lakukan di dunia dan berkat imannya kepada Tuhan. Lantunan suara Koes Hendratmo yang menyanyikan lagu You Raise Me Up pada Selasa (13/8) pukul 20.30 WIB di depan jenazah dan para pelayat dari berbagai kalangan mengiringi “perjalanan” ayah dua anak itu. Selamat jalan, Mas Kris. Requiescat in pace!


21.50 | 0 komentar | Read More

Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Percobaan Perkosaan oleh Greg Nwokolo





JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi masih menyelidiki laporan dugaan penganiayaan dan percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh pesepak bola nasional, Greg Nwokolo. Kepala Subbagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan Komisaris Aswin mengatakan, saat ini polisi masih mengumpulkan bukti-bukti maupun keterangan dari beberapa pihak, seperti saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian.


"Dalam waktu dekat ini terlapor juga akan segera dipanggil untuk dimintai keterangan," jelasnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (18/8/2013).


Greg dilaporkan oleh seorang wanita bernama Rahelia Geby (25) atas tuduhan penganiayaan dan percobaan perkosaan. Laporan itu disampaikan ke Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (16/8/2013) pukul 04.30.


Sesuai keterangan Rahelia, dia menyebutkan bahwa Greg mengajaknya datang dan menginap di kediaman Greg di Jalan BDN, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Kamis (15/8/2013) malam. Sebelum menginap, kata Rahelia, Greg mengajak pula Rani, temannya dan teman Greg, Raphael Maitimo, ke sebuah kelab malam di kawasan Senayan.


Sepulang dari kelab malam, Greg meminta Rahelia tidur di kamarnya. Rahelia mengaku, di kamar itulah Greg melakukan perbuatan tidak senonoh kepadanya, yakni mengajak berhubungan intim. Namun, permintaan Greg ditolak oleh Rahelia dan dia mengaku dipukul oleh Greg. Greg juga membekap mulutnya dan menyatakan bahwa teriakan tidak akan didengar orang lain.


Selesai memukulnya, kata Rahelia, Greg mengambil dua ponsel korban. Baik Rahelia dan kuasa hukumnya, Frans Paulus, menginginkan Greg segera ditangkap dan ditahan oleh pihak kepolisian.


Greg merupakan pemain keturunan Nigeria yang telah mendapatkan kewarganegaraan Indonesia. Saat ini Greg bermain untuk Arema Malang. Greg juga tercatat sebagai penyerang di timnas Indonesia.





Editor : Laksono Hari Wiwoho
















21.46 | 0 komentar | Read More

Kasus Penembakan Polisi, Pertaruhan Penting Sutarman Menuju Kursi Kapolri






BANDUNG, KOMPAS.com
- Upaya untuk mengungkapkan kasus penembakan polisi yang terjadi beberapa waktu terakhir dinilai akan menjadi pertaruhan penting bagi Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol. Sutarman sebagai calon Kapolri. Hal ini disampaikan oleh Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) M. Nasser.

"Perkara ini menjadi pertaruhan penting bagi Kabareskrim Komjen Pol. Sutarman untuk maju menjadi Kapolri," katanya saat dihubungi Kompas.com, Minggu, (18/8/2013).

Nasser mengatakan, pihaknya akan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Komjen Pol. Sutarman jika pelaku penembak dua polisi itu tertangkap. Apalagi, kasus ini terjadi berulang kali.

Kompolnas prihatin terhadap kejadian tersebut. Oleh karena itu, Kompolnas berharap, polisi segera menangkap pelakunya. Menurut Nasser, rangkaian insiden tersebut telah melecehkan Polri.

"Pelakunya harus cepat-cepat ditangkap," tegasnya.

Caranya, lanjut Nasser, polisi bisa menerjunkan tim gabungan untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan menangkap pelakunya.

"Kami berharap Mabes polri dan Polda Metro Jaya ikut turun tangan untuk membantu Polresta Tangerang dalam memburu pelaku," tegasnya.

Seperti diberitakan, penembakan di Jalan Graha Raya, Pondok Aren, Tangerang, Jumat, (16/8/2013) malam, menewaskan anggota Polsek Pondok Aren, Aipda Kus Hendratma. Kus yang mengendarai motor dipepet dua orang yang berboncengan motor. Saat itu, Kus ditembak pada bagian belakang kepala hingga terjatuh dan tewas di tempat.

Tim Buru Sergap Polsek setempat berjumlah empat orang yang kebetulan melintas dengan mobil melihat kejadian dan langsung mengejar sert menabrak motor tersebut. Namun pengemudi mobil, Bripka Ahmad Maulana, kehilangan kendali kendaraan sehingg mobil terguling. Saat berusaha keluar dari mobil yang terbalik, pelaku menghampiri dan menembak Maulana. Ketiga rekannya yang selamat sempat menembak pelaku.

Sebelumnya, Aipda Patah Saktiyono (55), anggota Polantas Polsek Gambir, Jakarta Pusat, ditembak saat sedang mengendarai motor di Jalan Cirendeu Raya, Pamulang, Tangerang Selatan, Sabtu (27/7/2013). Selanjutnya, Aiptu Dwiyatno (50), anggota Binmas Polsek Metro Cilandak, tewas ditembak di bagian kepala belakang saat sedang mengendarai motor di depan Gang Mandor, Jalan Otista Raya RT 03/11, Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat Kota, Tangerang Selatan, Rabu (7/8/2013).




Editor : Caroline Damanik







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











21.02 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger