Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Carlos Moya Jadi Kapten Tim Spanyol

Written By Luthfie fadhillah on Rabu, 09 Oktober 2013 | 21.00





MADRID, Kompas.com - Mantan petenis peringkat dunia, Carlos Moya akan menggantikan Alex Corretja sebagai kapten tim Piala Davis Spanyol.

Moya akan ditunjuk secara remsi pada Kamis (10/10/2013). Ia akan mulai menggantikan Corretja mulai 2014. Kontrak Corretja sendiri berlahir pada akhir 2013 mendatang.

Melalui akun twitter-nya, Moya mengabarkan kabar gembira ini. "Hari yang menyenangkan, secara personal dan profesional."

Berita gembira ini sekaligus juga menggambarkan suasana hati Moya. Ia sekaligus juga mengumumkan bahwa isterinya tengah mengandung anak mereka yang ketiga.

Saat masih aktif sebagai pemain, Moya pernah mengalahkan Corretja saat final Perancis Terbuka 2008.

Di bawah Corretja, Spanyol lolos kefinal Piala Davis 2012 tanpa diperkuat pemain utama dunia, Rafael Nadal. Bulan lalu, Nadal memperkuat Spanyol saat mengalahkan Ukraina di babak playoff untuk dapat bertahan di Grup dunia.

Spanyol akan menghadapi Jerman dalam pertandingan Piala Davis berikutnya.




Editor : Tjahjo Sasongko















21.00 | 0 komentar | Read More

Miley Cyrus Siap Setop Aktivitas Seksual di Usia 40 Tahun

Written By Luthfie fadhillah on Selasa, 08 Oktober 2013 | 21.50


Usia 40 tahun, bagi Miley Cyrus adalah waktunya yang tepat untuk tidak lagi melakukan hal-hal yang berkaitan dengan seks. Sebab, ia merasa di usia tersebut kehidupan seks cenderung menurun.


"Saya dengar ketika memasuki usia 40 tahun, hal-hal yang berkaitan dengan seks akan memudar. Bahkan saya dengar banyak orang yang tidak melakukan hubungan intim sama sekali. Jadi saya pikir saya pun akan seperti itu di usia sekitar itu," ujar Miley seperti dikutip dari program Today yang dipandu Matt Lauer.


Karena itu, Miley mengaku saat ini di usianya yang masih muda (20 tahun) selalu berpenampilan terbuka dan mengundang gairah. Namun ia merasa hal yang dilakukannya hanyalah sebatas ekspresi jiwa mudanya.


Sensasi yang kerap mendekatinya tampak pada penampilannya di MTV VMA beberapa waktu lalu yang mengundang kontroversi. Menurutnya, hal tersebut sudah ada dalam rencananya.


"Saya tidak khawatir (tanggapan orang). Saya adalah seorang seniman. Jadi saya ingin sedikit menarik perhatian saja untuk tetap ada di industri ini. Saya ingin orang tahu siapa saya," ujarnya seperti dikutip US Weekly.


Dalam wawancara tersebut, Miley juga menceritakan tentang perseteruannya dengan Sinead O'Connor. Ia merasa heran, lantaran pada dasarnya ia adalah penggemar karya-karya Sinead.


"Saya pikir dia seorang seniman yang luar biasa dan pencipta lagu yang mengagumkan. Dia adalah inspirasi saya," ujar Cyrus.


"Bagi saya, yang terpenting adalah bagaimana menjadi orang baik dan itu tidak tergantung dari penampilan di atas panggung. Anda akan membuktikannya ketika berperilaku di luar panggung," ujarnya lagi.


21.50 | 0 komentar | Read More

Pemain Banga Beats Juga Membela Jwala Gutta




Pebulu tangkis India, Jwala Gutta (kiri), berfoto bersama salah satu rekan satu tim di Delhi Smashers dari Malaysia, Koo Kien Keat, di Pune Sports Complex, Pune, India, Kamis (22/8/2013). | TWITTER.COM/GUTTAJWALA








NEW DELHI, KOMPAS.com - Dukungan untuk pebulu tangkis India, Jwala Gutta, terus mengalir. Oleh Badminton Association of India (BAI), pemain ganda ini diancam tidak boleh bermain bulu tangkis lagi karena dianggap melakukan tindakan kontroversi saat bermain di Indian Badminton League (IBL), Agustus lalu.

Gutta yang menjadi kapten sekaligus ikon tim Krrish Delhi Smashers, memprovokasi anggota timnya agar tidak bertanding melawan tim Banga Beats, yang mengganti pemain mereka yang cedera, Hu Yun (Hongkong), dengan pemain baru, Jan O jorgensen (Denmark), pada menit-menit terakhir jelang pertandingan.

Sanksi larangan bermain seumur hidup ini dinilai terlalu berat untuk kesalahan yang tidak seberapa. Bahkan, para pemain Banga Beats pun turut mempertanyakan keputusan tersebut.

"Itu (larangan bermain seumur hidup) keputusan yang sangat kejam. Saya rasa BAI harus mempertimbangkan kembali dan tidak menyerang (Gutta) seperti ini," kata mantan pemain pelatnas India yang juga merupakan anggota Banga Beats, Arvind Bhat.

Bhat adalah pemain yang akhirnya menggantikan Hu Yun, karena saat itu Jorgensen baru saja datang dan belum terdaftar dalam tim secara resmi. Penggantian pemain ini menghentikan protes dari Smashers sehingga pertandingan bisa tetap berlangsung.  

"Saya tidak tahu pasti apa yang dia (Gutta) katakan waktu IBL. Tapi apapun itu, larangan bermain seumur hidup terlalu kejam. Mereka (BAI) bisa saja memberi peringatan padanya. Dia hanya juru bicara sekaligus ikon dari timnya. Dia juga hanya berbicara sesuai keputusan dari tim," tandas Bhat.




Editor : Pipit Puspita Rini















21.00 | 0 komentar | Read More

Rampungkan Berkas Olga, Polisi Beri Kesempatan Jalan Damai

Written By Luthfie fadhillah on Senin, 07 Oktober 2013 | 21.50


Jakarta - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, sedang merampungkan berkas perkara tersangka Olga Syahputra. Berkas perkara Olga tersebut terkait laporan seorang dokter atas nama Febby Karina, tentang dugaan kasus pencemaran nama baik, fitnah, perbuatan tidak menyenangkan, serta melanggar UU ITE.


Kendati begitu, penyidik masih memberikan waktu jika kedua belah pihak akan melakukan mediasi atau perdamaian.


"Untuk kasus Olga, penyidik dalam proses pemberkasan. Namun, kalau diantara mereka mau mediasi dipersilahkan. Apabila ada penyelesaian, kami berikan peluang," ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/10).


Dikatakan Rikwanto, sebelumnya presenter kondang itu, sudah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka.


"Olga sudah diperiksa sebagai terlapor. Nanti kalau memang diperlukan, kami bisa melakukan pemeriksaan kembali," ungkapnya.


Ia melanjutkan, penyidik juga sudah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus itu. "Termasuk barang bukti dalam laporan itu," tandasnya.


Sebelumnya diketahui, Olga Syahputra harus berurusan dengan polisi, lantaran seorang dokter atas nama Febby Karina, melaporkannya ke polisi dengan nomor laporan LP/2077/IV/2013/PMJ/Dit Reskrimum, Rabu (19/6).


Olga diduga telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik, fitnah, perbuatan tidak menyenangkan, serta melanggar UU ITE.


Kronologi kejadian berawal ketika pelapor yang merupakan warga Jalan Bunga Rampai VI No.25, RT02/RW08, Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, itu menyambangi Studio ANTV Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan, 23 Mei 2013 lalu.


Berdasarkan keterangan pelapor selaku korban, seorang saksi bernama Kartika memintanya datang sebagai dokter atau kunjungan profesional ke lokasi. Namun, tiba-tiba saja pelapor ditarik masuk ke area lokasi syuting acara Pesbukers Live.


Kemudian, Olga mengatakan kalau pelapor adalah "punya" saksi Yudi, seorang karyawan ANTV, dan hanya pura-pura saja menjadi dokter mau menyuntik, padahal datang diajak Yudi.


Olga juga mengatakan, bahwa pelapor telah makan bersama dengan Yudi, jalan hingga pulang jam 23.00 WIB, telah selingkuh, serta bikin kacau rumah tangga orang. Atas laporan itu, Olga diduga melanggar Pasal 310 KUHP, 311 KUHP, Pasal 335 KUHP, dan Pasal 27 Ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (1) UU 11/2008 tentang ITE.


21.50 | 0 komentar | Read More

Korban Kebakaran Bangun Rumah, PLN Diminta Tak Berikan Fasilitas Listrik





JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah kepala keluarga di Kampung Kandang, Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang rumahnya ludes terbakar, sejak Minggu (6/10/2013), mulai membangun tempat tinggal mereka kembali.


Berdasarkan pemantauan Kompas.com, hingga Senin (7/10/2013) siang tadi, warga terlihat bergotong royong merampungkan pembuatan jalan yang menjadi akses utama ke petak-petak lahan pemukiman tersebut. Deretan pagar dari kayu dan bambu setinggi satu meter dipasang yang menghubungkan Jalan Inspeksi Kali Sunter di sisi barat dan dari Jalan Boulevard Artha Gading di sisi selatan. Jalan ini lah yang menjadi penghubung utama petak-petak hunian ke jalan raya.


Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai tindakan warga tersebut tentu tak bisa dibenarkan. Apalagi, bangunan di kawasan tersebut berada di kawasan yang seharusnya jadi lahan hijau. 


Jika warga bersikukuh membangun kembali pemukiman permanen di kawasan tersebut, Basuki meminta agar PLN tidak memberikan fasilitas listrik. 


"Yang salah kan bangun permanen rumah, PLN kasih listrik. Harusnya PLN enggak boleh nyambung (listrik)," kata Basuki, di Balaikota DKI Jakarta, Senin (7/10/2013).


Menurut Basuki, masalah ini memang persoalan klasik. Warga yang menjadi korban kebakaran kerap membangun kembali rumahnya di kawasan pemukiman liar. Hal tersebut dikarenakan ketidaksediaanya rumah susun bagi warga di kawasan tersebut.    


"Ya itu yang susah. Makanya mesti (ada) pidana. Kita belum siapin rusun ya pasti gitu," ujar Basuki.


Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono menyebut lahan yang digunakan warga tersebut seharusnya diperuntukkan untuk ruang terbuka hijau, dan tidak boleh lagi ada bangunan di kawasan tersebut.


Sekitar 2.400 kepala keluarga (KK) korban kebakaran di Kampung Kandang, Kepala Gading, Jakarta Utara, diminta mengungsi ke GOR Judo. Namun, warga menolak mengungsi karena menjaga rumah mereka, yang sebenarnya sudah hangus terbakar dan berdiri di lahan milik swasta.


Sebanyak 1.325 rumah tinggal terdiri dari 2.400 Kepala Keluarga yang dihuni oleh 5.300 jiwa, hangus terbakar hingga rata dengan tanah. Lokasi kejadian berada di wilayah RW 13 meliputi RT 007, 008 dan 009. Luas areal yang terbakar mencapai 5 hektar dengan nilai kerugian mencapai sekitar Rp 2 miliar.

Asal api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik dari rumah seorang warga. 





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















21.46 | 0 komentar | Read More

Pemeriksaan Perdana, Majelis Kehormatan Panggil 9 Staf MK




Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva (tengah) didampingi sejumlah Hakim Konstitusi yaitu Anwar Usman, Arief Hidayat, Maria Farida Indrati, Patrialis Akbar, Harjono (kiri ke kanan) dan Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi Janedjri M Gaffar (kanan) memberikan keterangan pers terkait operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Mahkamah Konstitusi Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Rabu (2/10/2013). KPK telah menangkap ketua MK Akil Mochtar. | KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES









JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MK) memeriksa sembilan pegawai MK malam ini, Senin (7/10/2013). Mereka adalah pegawai MK dari berbagai fungsi dan jabatan, mulai dari kepala bagian, supir dan office boy. Berikut rinciannya:

1. Kabag Protokol, Teguh Wahyudi
2. Kasubbag Protokol, Ardiansyah Salim
3. Sekertaris Ketua, Yuana Sisilia
4. Staf Protokol, Sarmili
5. Ajudan Ketua, IPDA Kasno
6. Ajudan Ketua, AKP Sugianto
7. Office Boy, Sutarman
8. Sopir Ketua, Daryono
9. Office Boy, Imron

Majelis membutuhkan keterangan kesembilan orang tersebut terkait kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Ketua MK nonaktif Akil Mochtar.

Ini adalah pemeriksaan pertama Majelis Kehormatan setelah sebelumnya mengadakan rapat perdana pada Jumat (4/10/2013). Setelah ini, pemeriksaan akan terus dilanjutkan terhadap saksi-saksi lainnya. Pemeriksaan ini dilakukan secara terbuka.

Majelis Kehormatan adalah badan internal yang dibentuk oleh MK untuk melakukan penyelidikan internal terhadap kasus Akil. Majelis Kehormatan terdiri dari lima orang yang terdiri dari latar belakang yang berbeda, yakni Hakim Konstitusi Haryono, Wakil Ketua Komisi Yudisial Abbas Said, mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, mantan Hakim Konstitusi Mahfud MD, dan Guru Besar Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana.

KPK menetapkan Akil sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait sengketa Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan Pilkada Lebak, Banten, yang ditangani MK.

Saat ini, Akil telah ditahan di Rumah Tahanan KPK sejak Kamis (3/10/2013) lalu. Saat ditangkap, Akil tengah bersama politisi Partai Golkar Chairun Nisa dan pengusaha Cornelis. KPK pun menyita uang dalam dollar singapura sebesar Rp 2,5 miliar-Rp 3 miliar.




Editor : Hindra Liauw


















21.01 | 0 komentar | Read More

Cedera Bahu, Sharapova Batal Ikut WTA Championships





LONDON, Kompas.com — Petenis Rusia, Maria Sharapova, memastikan tidak ikut turnamen akhir musim WTA Championship karena masih mengalami cedera bahu.

Petenis peringkat tiga dunia ini tidak akan ikut dalam turnamen yang berlangsung 22-27 Oktober depan di Istanbul, Turki. Cedera bahu ini telah diderita Sharapova sejak sebulan lalu.

Sharapova mengatakan, "Saya ingin berterima kasih kepada Istanbul yang telah bersedia menjadi tuan rumah dan saya harap suatu saat akan dapat bermain di Turki."

Turnamen WTA Championship akan mempertemukan delapan petenis putri terbaik dunia. Saat ini yang sudah memastikan diri lolos adalah Serena Williams, Victoria Azarenka, Agnieszka Radnwaska, Li Na, Petra Kvitova, Sara Errani, dan Jelena Jankovic.

Sementara itu, pengganti posisi Sharapova belum ditentukan.




Editor : Tjahjo Sasongko















21.00 | 0 komentar | Read More

Cloudy Sekuel 2, Misi Mematikan Mesin Pembuat Hewan Makanan

Written By Luthfie fadhillah on Minggu, 06 Oktober 2013 | 21.50


Jakarta - "Cloudy With A Chance of Meatballs 2", sekuel dari film animasi dengan judul yang sama di tahun 2009. Film ini kembali menceritakan sang ilmuwan muda jenius yang sering membuat kekacauan, Flint Lockwood.


Di film pertama, Flint dan teman-temannya, Steve si monyet, Sam Sparks reporter cuaca televisi, Brent maskot Baby Brent's Sardines, dan polisi Earl Devereaux menyelamatkan pulau tempat tinggal mereka Swallow Falls dari mesin Flint Lockwood Diatomic Super Mutating Dynamic Food Replicator atau FLDSMDFR, mesin pengubah air menjadi makanan lezat yang hampir meluluh lantakkan pulau mereka.


Setelah Swallow Falls terselamatkan, seluruh penduduk dipaksa untuk meninggalkan pulau sementara waktu oleh Live Corp yang dipimpin oleh ilmuwan jenius Chester V, yang juga idola masa kecil Flint. Live Corp berjanji kepada seluruh penduduk setelah pulau sudah dibersihkan dari tumpukan makanan, maka mereka dapat kembali ke Swallow Falls. Chester V juga mengajak Flint untuk bergabung di Live Corp, yang tentu saja diterima senang hati oleh Flint.


Namun ditengah pembersihan, seluruh tim pembersih Live Corp menghilang, Chester V menemukan bahwa mesin FLDSMDFR masih hidup dan menciptakan foodimals – hewan yang terbentuk dari berbagai makanan, yang mengacaukan tugas tim pembersih Live Corp.


Chester V pun memerintahkan Flint untuk mematikan FLDSMDFR sebelum para foodimals menyebrangi pulau dan menyerang dunia. Flint dan teman-temannya, ditambah ayah Flint – Tim Lockwood, pergi menuju Shallow Falls untuk mematikan mesin FLDSMDFR. Berhasilkah Flint mematikan mesin ciptaannya dan menyelamatkan dunia?


Film ini masih menghadirkan seluruh karakter di film sebelumnya, serta ditambah karakter-karakter baru seperti ilmuwan pemilik Live Corp Chester V dan asistennya orang utan dengan otak manusia, Barb. Berbagai karakter foodimals yang menggemaskan juga mencuri perhatian, seperti Barry si strawberry kecil, Cheespider laba-laba campuran burger dan kentang goreng, Flamangos si burung flamingo dari mangga, dan masih banyak lagi.


Cloudy with a Chance of Meatballs 2 disutradarai oleh Cody Cameron yang juga menyutradarai Open Season 3 dan Kris Pearn yang sebelumnya berada di posisi Head of Story di film pertama. Bintang-bintang pengisi suara Flint dan teman-teman masih sama diantaranya Bill Hader, Anna Faris, James Caan, Will Forte, Andy Samberg, dan Neil Patrick Harris. Film berdurasi 95 menit ini juga dapat dinikmati dalam format 3D.


21.50 | 0 komentar | Read More

Jokowi Tak Keberatan Ada Gerakan \'Jokowi For President\'






JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Joko Widodo mengaku tak keberatan dengan adanya posko gerakan "Jokowi for President 2014" di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Dia pun mengaku tidak tahu menahu soal gerakan itu.


"Itu kan masyarakat. Masa saya mau keberatan," ujar Jokowi kepada wartawan di DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Minggu (6/10/2013) siang.


Jokowi pun menampik bahwa gerakan yang mendukung dirinya maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 adalah dirinya sendiri. Ia tak tahu menahu siapa yang ada di balik gerakan "Jokowi for President" tersebut.


Mantan Wali Kota Surakarta tersebut pun enggan merespon gerakan tersebut lebih jauh, misalnya meminta untuk membubarkan diri. Jokowi khawatir responnya tersebut mencerminkan bahwa dia mengurus wilayah politis.


Padahal, seperti yang biasa ia katakan, wilayah politik diurus DPP PDIP. "Kalau saya nutup berarti saya ngurus politik dong, biarin saja, wong itu masyarakat," lanjutnya.


Tinjau Posko


Selepas dari DPP PDIP, Jokowi sempat memantau keberadaan posko yang terletak di Jalan Dipo negoro, bekas kantor DPP PDIP itu. Namun, Jokowi tak turun, hanya memantaunya dari mobil saja. Dugaan bahwa Jokowi ingin meninjau posko itu adalah rute jalan yang dipilihnya saat pulang ke rumah dinasnya di Jalan Surapati.


Seharusnya, Jokowi yang melintas dari Pancoran ke arah Manggarai bisa saja belok kiri melewati Jalan Teuku Cik Ditiro. Namun, Jokowi malah belok kanan dan memilih memutar di Jalan Diponegoro.


Terlebih, saat melintas di jalan itu, Jokowi melambatkan mobil. Keberadaan posko diketahui berdasarkan sebuah spanduk berukuran raksasa yang ditempel di depan pagar lahan tersebut. Spanduk yang didominasi warna putih dan merah itu bergambar proklamator RI, Ir Soekarno dengan di sebelahnya tertulis 'Jokowi for Presiden 2014'.  





Editor : Eko Hendrawan Sofyan
















21.46 | 0 komentar | Read More

Ingin Jokowi Jadi Presiden? Sabar Dulu...





BENGKULU, KOMPAS.com - Pengamat Sosial Universitas Bengkulu Cucu Syamsudin menilai, rakyat Indonesia harus bersabar jika menginginkan Joko Widodo menjadi Presiden RI. Sebab, Gubernur DKI Jakarta itu masih perlu melalui ujian dari sisi waktu, agar tidak menjadi pemimpin "karbitan".

Cucu menyebutkan, syarat kepemimpinan Jokowi untuk menjadi Presiden sudah ada. Jokowi pun cukup baik secara elektabilitas. Namun, masih ada beberapa penilaian yang belum selesai, di antaranya soal proses waktu. Sebab, hanya waktu akan menguji kepemimpinan Jokowi.

Atas pertimbangan itu, Cucu memandang, Jokowi idealnya menyelesaikan dulu tugasnya sebagai gubernur. "Jika ia berhasil memimpin Jakarta satu periode saja dengan beberapa hasil kerja yang di atas rata-rata gubernur terdahulu, maka indikasi penilaian Jokowi menjadi presiden selanjutnya sudah cukup terpenuhi," kata Cucu, Minggu (6/10/2013).

Cucu menyebutkan, harapan masyarakat pada Jokowi terlalu tinggi pada 2014. Maka kekecewaannya pun akan sangat besar jika Jokowi gagal memimpin bangsa ini.

"Kalau sudah terjadi kekecewaan maka rakyat akan ada pada titik frustrasi dan krisis kepercayaan karena figur yang disanjung ternyata melukai hati rakyat juga, dan saya harap ini tidak terjadi jika Jokowi ke depan memang benar menjadi Presiden," imbuhnya.

Lagi-lagi ia menegaskan, aspek waktu sangat menentukan penilaian bagi layak atau tidaknya Jokowi menjadi presiden. Dalam aspek waktu inilah Jokowi akan mengalami "jatuh bangun" menjadi seorang pemimpin, dan akan menempanya menjadi Presiden yang layak.




Editor : Glori K. Wadrianto







Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:











21.01 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger