Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By Luthfie fadhillah on Sabtu, 10 Agustus 2013 | 21.52






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













21.52 | 0 komentar | Read More

Single Terbaru 2NE1 Puncaki Tangga Lagu iTunes di 9 Negara


Jakarta - Single terbaru grup musik perempuan asal Korea, 2NE1, yang berjudul "Do You Love Me" mendapat respons luar biasa di beberapa negara dunia.


Baru dirilis pada tanggal 7 Agustus 2013, lagu "Do You Love Me" sudah menempati posisi teratas di berbagai tangga lagu Korea. Bahkan, lagu itu sudah menempati posisi pertama tangga lagu iTunes di 9 negara, demikian dilaporkan Kpopstarz, Sabtu (10/9).


Di Indonesia, Filipina, Hong Kong, dan beberapa negara lainnya, lagu itu sudah menempati 10 lagu teratas. Sementara di 15 negara lainnya, lagu baru itu menempati 100 lagu paling digemari saat ini.


Tak hanya lagu, video klip kelompok perempuan ini juga mendapat banyak respons berkat konsepnya. Video klip ini dibuat bergaya video buatan sendiri.


Di video klip ini, para fans seakan bisa mengintip sisi lain dan keseharian para bintang. Mereka mengenakan baju selayaknya orang bersantai di rumah dan sedang diambil gambar secara kasual.


Klip itu dibuat oleh produser bernama Teddy, bersama DEE.P, dan Lydia dari YG Entertainment.


21.50 | 0 komentar | Read More

H 1 Lebaran, 10.000 Orang Tiba di Stasiun Senen






JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 10.000 warga tiba di Stasiun KA Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (10/8/2013). Sementara itu, sebanyak 7.000 lainnya tiba di Stasiun KA Bekasi dan Jatinegara.

Demikian disampaikan oleh Kepala Humas PT KAI Daop 1, Sukendar Mulya, kepada Kompas.com, Sabtu.

Sukendar memperkirakan, arus balik pasca-Lebaran 2013 lebih besar ketimbang arus mudik. Peningkatan orang yang memasuki ibu kota diperkirakan mengalami peningkatan sebanyak 60 persen.

Sementara itu, jumlah pemudik kereta api pada musim Lebaran 2013 yang menggunakan jasa di daerah operasional I mencapai peningkatan 48-50 persen.

"DAOP I yang terangkut 341.585 penumpang, naik 48 persen dibanding tahun lalu yang hanya 231.407 dari H-7 hingga H 1," kata Sukendar.




Editor : Hindra Liauw


















21.46 | 0 komentar | Read More

Aku Mudik, Maka Aku Ada ...



”Mudico” ergo sum:
karena aku mudik, maka aku ada selaras dengan pernyataan Descartes: Cogito ergo sum: karena aku berpikir, maka aku ada. Ini terinspirasi dari kicauan (tweet) Ulil Abshar-Abdalla. Pertanyaannya, mengapa mudik begitu penting buat eksistensi seorang perantau?


Mudik adalah tradisi tahunan yang berlangsung masif dan dilakukan oleh semua lapisan masyarakat. Inilah momentum untuk merekonsiliasi beragam keinginan dan ambisi meraih masa depan di negeri rantau dengan kerinduan masa lalu di kampung halaman. Keduanya bertemu dalam satu titik untuk saling menyapa, saling membagi, dan bahkan saling mengevaluasi.


Dalam tradisi mudik, setiap orang akan larut dengan emosional etnik yang tidak bisa dikalahkan dengan iming-iming apa pun. Dengan mudik, setiap orang akan merasakan betapa kampung halaman jauh lebih mendamaikan ketimbang negeri rantau yang penuh masalah.


Dalam sosiologi agama, mudik adalah penemuan kembali (reinventing) atau bahkan penyegaran kembali (refresh) jati diri yang ingin menyandarkan sebuah kerinduan ke pangkuan ibu kandung sekaligus melepas kepenatan hidup. Tidak terlalu berlebihan apabila mudik digambarkan sebagai perjalanan kultural sekaligus spiritual yang dapat menuntun setiap perantau ke sebuah tempat untuk berkontemplasi (mudzakarah) dan mengevaluasi diri (muhasabah) dari serangkaian kesibukan.


Mudik bergerak secara masif tanpa dibelenggu oleh latar belakang ideologi agama apa pun. Ia tidak dimonopoli oleh perantau Muslim an sich, yang karena telah menjalankan puasa dan akan menghadapi hari raya Idul Fitri. Namun, merujuk terminologi beyond belief-nya Robert N Bellah, mudik menuntun setiap perantau untuk merasakan kerinduan asasi di tanah kelahiran atau kampung halaman, yang telah menjadi arena kepublikan atau ruang publik untuk saling bersimpati dan berempati secara dinamis dan dialektis. Mudik dan kepublikan


Diskursus tentang kepublikan terkait erat dengan konsep kultural manusia. Hannah Arendt dalam buku The Public and the Private Realm menyebutkan, kepublikan atau ruang publik adalah ruang ”penampakan” tempat orang berinteraksi dengan bertindak dan berbicara. Untuk membangun suasana interaktif yang mengakomodasi tindakan dan wicara, mudik berperan signifikan merealisasikan pemenuhan kerinduan kepada siapa pun untuk diajak bertindak dan berbicara. Terutama bahasan yang berkaitan dengan kenangan masa lalu, bagian penting dalam proses rekam jejak seseorang.


Dalam hal membicarakan sesuatu yang relevan dengan masa lalu sekaligus bekal untuk masa datang, setiap orang tidak akan segan membingkai masalah-masalah yang berkaitan dengan keadilan dan solidaritas sosial, sebagaimana ditegaskan Richard Rorty dalam buku Contingency, Irony and Solidarity. Tema tersebut akan membumbui setiap pertemuan apa pun dan dengan siapa pun tanpa harus dilingkupi karakter audiens yang dibatasi ideologi tertentu.


Kampung halaman sebagai arena publik akan selalu menegosiasikan batas-batas persoalan, baik yang dianggap tabu maupun lumrah, agar para perantau melaksanakan tugasnya mengemban misi masyarakat. Setidaknya, wejangan orangtua, guru, sanak saudara menjadi bahan evaluasi ketika para perantau kembali beraktivitas.


Perantau dapat dikatakan sebagai pewaris masyarakat kampung halaman yang banyak menitipkan harapan agar negara ini menjadi arena keberadaban. Jadi, mudik yang kini tengah berlangsung tidak lazim apabila hanya dimaknai sebagai sarana pamer keberhasilan. Mudik perlu dipahami sebagai recharge untuk menggali kembali nilai-nilai kearifan di kampung halaman.


Secara filosofis, mudik serupa dengan puasa Ramadhan yang menjadi bulan membangkitkan kembali energi dalam beribadah ataupun bersosialisasi. Ini agar nilai-nilai keadilan dan solidaritas sosial menjadi salah satu pertimbangan dalam merumuskan suatu kebijakan. Nilai transformatif


Perantau yang menjadi pelaku utama mudik harus memahami bahwa ritual pulang kampung tahunan ini mempunyai nilai transformatif yang luhur yang bisa mencerahkan cara pandang ketika kembali ke tempat kerja masing-masing. Maka, keadilan yang menjadi prinsip dasar dalam kehidupan harus diimplementasikan dengan baik.


Selain itu, solidaritas sosial yang menjadi penyangga utama ruang interaksi satu dengan yang lain perlu disematkan di beragam ruang kerja, agar antara satu dan yang lain bisa bertegur atas nama ”kebaikan dan saling mengingatkan untuk mengendalikan diri dari perbuatan yang bertolak belakang dengan prinsip-prinsip keadilan”.


Dalam hal ini, salah satu faktor perusak tatanan negara adalah nihilnya jiwa tepo sliro untuk bekerja sama dalam penegakan kebenaran. Yang banyak terjadi saat ini adalah kerja sama untuk berbagi hasil kejahatan. Bahkan, jika ada orang yang mau mengingatkan seseorang yang hendak berbuat jahat, dianggap sebagai musuh berbahaya.


Kondisi ini tentu sangat ironis dan menjadi bumerang upaya pemberantasan segala bentuk kejahatan. Sudah seharusnya, setiap orang terlibat secara sinergis untuk bahu-membahu mencegah dan memberangus praktik ini.


Jadi, mudik, secara esensial, selain dimaknai sebagai aspek ritual, perlu dimaknai pula sebagai momen spiritualitas yang berfungsi untuk membangkitkan sense of belonging melalui solidaritas sosial, yang sudah lama terbangun di kampung halaman. Setidaknya, nilai-nilai kearifan di kampung halaman menjadi sandaran hati untuk saling mengingatkan ke arah yang benar.


Dengan demikian, mudik yang menjadi sarana eksistensi perantau dan tempat peraduan untuk menunjukkan keadaan dirinya kepada ibu kandung halamannya akan memberikan manfaat besar bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara ini. Setidaknya, proses mudik dengan melalui segala macam kesulitan bisa menjadi harapan untuk banyak orang.


Inilah kiranya, model ”mudico” ergo sum yang perlu dikembangkan dan disadari sebagai ruang untuk bertransformasi menuju keberadaban. (Fathorrahman, Dosen Sosiologi pada Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga, A’wan Syuriyah PWNU Yogyakarta)


21.01 | 0 komentar | Read More

Dukungan Gita Wirjawan untuk Ahsan/Hendra




Ganda Putra Indonesia, Mohammad Ahsan (kiri)/Hendra Setiawan, mendengarkan instruksi pelatih, Herry Iman Pierngadi (kanan), pada pertandingan semifinal BWF World Championships 2013, di Tian-He Indoor Gymnasium, Guangzhou, China, Sabtu (10/8/2013). | badmintonindonesia.org








GUANGZHOU, KOMPAS.com - Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan membangkitkan semangat nasionalisme Indonesia berkat sukses mereka menembus final BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia 2013, yang berlangsung di Guangzhou, China.

Di semifinal, ganda terbaik Indonesia ini berhasil mengalahkan satu-satunya wakil China di babak ini, Cai Yun/Fu Haifeng, 21-19, 21-17, Sabtu (10/8/2013).

Ahsan/Hendra membuka kesempatan untuk meraih gelar juara, setelah terakhir Indonesia melakukannya pada 2007. Ketika itu, Indonesia meraih dua gelar dari Markis Kido/Hendra dan Nova Widianto/Liliyana Natsir.

"Walaupun sudah cukup lama semenjak 2007, seperti sejarah terulang dengan kehadiran Hendra di partai final. Mudah-mudahan juga sama dengan Liliyana.  Apapun, ini merupakan kerja keras tim selama ini. Kita akan terus berjuang untuk kejayaan," kata Gita Wirjawan, Ketua Umum Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), yang disampaikan melalui Yuni Kartika, Kasubid Humas & Media Sosial PBSI.

Ahsan/Hendra akan menghadapi, Mathias Boe/Carsten Mogensen, di final. Ganda Denmark tersebut menang atas Kim Ki-jung/Kim Sa-rang dari Korea, 21-23, 21-18, 21-18, di semifinal.

Sementara Tontowi/Liliyana masih harus berjuang di semifinal, menghadapi Zhang Nan/Zhao Yunlei dari China, malam nanti.




Editor : Pipit Puspita Rini

















21.00 | 0 komentar | Read More

BI Yakin Nilai Tukar Rupiah Membaik

Written By Luthfie fadhillah on Jumat, 09 Agustus 2013 | 21.52






JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah sudah menguat beberapa hari belakangan. Data per hari ini, nilai tukar berada di posisi Rp 9.929. Bank Indonesia (BI) yakin, rupiah terus akan menguat seiring dengan perbaikan ekonomi Amerika Serikat (AS).

"Meski ketidakpastian global masih tinggi, namun diperkirakan tekanan pada nilai tukar akan berkurang seiring dengan perbaikan ekonomi AS," jelas Direktur Departemen Komunikasi, Peter Jacobs, Jumat, (28/6/2013).

BI berharap, tingkat ekspor akan meningkat seiring perbaikan di negeri Paman Sam. Namun, untuk sementara ini, memang tekanan terhadap rupiah masih ada.

Oleh sebab itu, BI akan mementingkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar, moneter, dan makro ekonomi nasional. Namun, BI tidak akan menetapkan angka nilai tukar rupiah untuk bertahan di level nominal tertentu.

BI pun akan mengorbankan cadangan devisa untuk menjaga posisi nilai tukar. Peter bilang, BI tak akan menetapkan angka psikologis cadangan devisa sebesar US$ 100 miliar. Namun ia mengaku tak tahu berapa posisi cadev akhir bulan ini. Pada Mei kemarin, cadev Indonesia sudah menurun ke posisi US$ 105,149 miliar dari sebelumnya US$ 107,269 miliar di bulan April.

Menurut BI, posisi cadev saat ini masih cukup untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. "Karena jauh di atas kebutuhan standar internasional," sebut Peter.

Kemudian, bank sentral ini melihat adanya total outflow yang terjadi sebagai uang panas. Ini pun menurutnya lazim, melihat situasi perekonomian yang tidak pasti. Peter menyatakan posisi outflow sekarang cenderung menurun dan membuat nilai tukar Rupiah relatif stabil.

Untuk itu, BI juga berusaha untuk mengantisipasi kebutuhan likuiditas di pasar. Terlebih, adanya peningkatan kebutuhan valas untuk pembayaran utang luar negeri dan repatriasi keuntungan korporasi. Peningkatan ini umum terjadi di periode akhir bulan dan akhir semester.(Annisa Aninditya Wibawa)




Editor : Bambang Priyo Jatmiko













21.52 | 0 komentar | Read More

Lady Gaga Tampil di Video Meditasi Tanpa Busana


Bagi Lady Gaga, mungkin apa yang dilakukannya ini adalah "seni", namun bagi kebanyakan orang, ini adalah aksi telanjang.


Lady Gaga benar-benar tampil tanpa busana dan sepertinya ia tidak peduli, jika seluruh dunia melihatnya.


Penyanyi nyentrik ini memamerkan semua lekuk tubuhnya untuk sebuah video yang disebut "Abramovic Method" untuk mendukung Marina Abramovic Institute (MAI).


Dalam rekaman video tersebut, Gaga tampak dikelilingi kristal sambil bernapas dalam-dalam dengan posisi berbaring di lantai.


Di adegan lain ia juga berjalan di sekitarnya dengan starkers sambil "naik turun" tanpa busana di wilayah yang sepertinya hutan.


Video ini direkam untuk mempromosikan motode latihan konvensional meningkatkan "kesadaran fisik dan mental".


Gaga direkam dalam petunjuk latihan tersebut selama dua menit. Video tersebut telah diposting di MAI Vimeo, Rabu lalu.


Gaga baru bergabung dengan Marina, pendiri Metode Abromovic dalam sebuah even di New York.


Misi gerakan ini adalah untuk rumah, menghasilkan dan mendukung semua jenis seni.


21.50 | 0 komentar | Read More

Tabrak Trotoar, Perempuan Tewas di Sudirman





JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang perempuan pengemudi sepeda motor, R (30), tewas dalam sebuah kecelakaan tunggal di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (9/8/2013) sekitar pukul 14.30 WIB. Pengendara Yahama Mio bernomor polisi B 6411 ERQ tersebut menabrak trotoar.

"Saat mengarah dari Selatan ke Utara, sesampainya di depan sebuah hotel, pengendara sepeda motor diduga kehilangan keseimbangan sehingga menabrak trotoar lalu terjatuh dan meninggal di tempat kejadian perkara," kata Ajun Komisaris Besar Hindarsono, Kepala Subdit Gakum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat sore.

Hindarsono mengatakan, penyebab pasti kecelakaan yang menimpa warga Pangkalan Jati, Limo, Depok tersebut masih dalam penyelidikan. Korban mengalami luka parah di kepala akibat benturan keras saat terjatuh.

Petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa saksi dari kejadian tersebut. Sementara sepeda motor R telah diamankan di Ditlantas Pancoran, Jakarta Selatan.




Editor : Kistyarini
















21.46 | 0 komentar | Read More

Angka Kecelakaan Arus Mudik Turun 23 Persen






KARAWANG, KOMPAS.com - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengklaim angka kecelakaan lalu lintas pada dalam arus mudik Lebaran 2013 turun hingga 30 persen dibanding pada 2012 lalu. Penurunan angka kecelakaan itu salah satunya dipicu kesadaran pemudik dalam berlalu lintas.

"Kalau lihat dari laporan yang masih berjalan yang kami lakukan melalui pengumpulan data, baik jumlah kecelakaan lalu lintas maupum korban meninggal dunia menurun. Kurang lebih rata-rata sampai 23 persen," ujar Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pudji Hartanto saat meninjau kesiapan jalur balik di Tol Cikampek, Karawang, Jumat (9/8/2013).

Sedangkan jumlah korban meninggal dunia, katanya, turun hingga 30 persen. Dia mengatakan, penurunan angka kecelakaan dan korban tewas maupun luka itu disebabkan peningkatan kesadaran berlalu lintas para pemudik. Ia mengatakan, pihaknya memang sering melakukan sosialisasi kepada para pemudik.

"Sudah mulai tampak kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pelanggaran yang menjadikan penyebabkan kecelakaan. Mereka mulai tertib, disiplin dan mau diarahkan oleh petugas di lapangan," tuturnya.

Sosialisasi, katanya, dilakukan juga meski perjalanan mudik dan balik telah berjalan. Menurutnya, sosialisasi berkendara yang aman dilakukan juga di beberapa titik perjalanan. Ia mengatakan, selain oleh kepolisian, penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas juga karena peran pemerintah memfasilitasi pemudik bersepeda motor.

"Dari Kementerian Perhubungan mengalihkan penggunaan sepeda motor untuk menggunakan angkutan truk, kapal laut dan kereta api," kata Pudji.




Editor : Hindra Liauw


















21.01 | 0 komentar | Read More

Pemain Muda Kuasai Semifinal Tunggal Putri




Tunggal putri China, Li Xuerui, mengembalikan shuttlecock pada lawannya, Linda Weni Fanetri dari Indonesia pada pertandingan babak ketiga BWF World Championships 2013 yang berlangsung di Tian-He Indoor Gymnasium, Guangzhou, China, Kamis (8/8/2013). | sports.sina.com








GUANGZHOU, KOMPAS.com - Semifinal tunggal putri BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia 2013 yang berlangsung di Guangzhou, China, dikuasai oleh pemain muda. Mereka akan berebut tiket ke final, Sabtu (10/8/2013).

Unggulan pertama, Li Xuerui, memang sudah diprediksi akan merajai nomor ini. Hingga babak semifinal, pemain yang menginjak usia 22 tahun ini tidak pernah kehilangan satu game pun. Di semifinal, Li akan menghadapi pemain muda lainnya, Bae Yeon-ju dari Korea.

Pengalaman sebagai juara Olimpiade 2012 London, membuktikan kemampuan Li berada cukup jauh di atas calon lawan yang juga berusia 22 tahun. Seharusnya, Li bisa melewati babak ini dengan cukup mudah untuk mengunci tempat di final.

Semifinal lainnya mempertemukan unggulan ketiga, Ratchanok Intanon dari Thailand, dan PV Sindhu dari India. Intanon yang baru berusia 18 tahun, menarik perhatian dunia setelah berhasil menembus peringkat tiga dunia.

Shindu jelas lawan yang berat. Dalam perjalanan ke semifinal, pemain yang juga berusia 18 tahun tersebut, berhasil mengalahkan dua pemain unggulan asal China, Wang Yihan dan Wang Shixian. Kejutan luar biasa.

Dengan usia sama dan pengalaman bertanding tak jauh berbeda, kedua pemain ini punya peluang sama besar untuk lolos ke final.

Persaingan di semifinal ini semakin seru, karena keempatnya belum ada yang pernah menjadi juara dunia. Jadi bisa dipastikan, tunggal putri akan melahirkan juara dunia baru, dengan usia yang masih sangat muda.




Editor : Pipit Puspita Rini

















21.00 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger