Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Ini Dia Gelar Baru Dude Harlino Usai Nikahi Alyssa Soebandono

Written By Luthfie fadhillah on Sabtu, 22 Maret 2014 | 21.50


Jakarta - Kebahagiaan pasangan pengantin baru Dude Harlino dan Alyssa Soebandono benar-benar terasa kala keduanya resmi menyandang status suami istri. Bahkan Dude pun kini menyandang gelar baru usai menikahi Icha. Hal itu diungkapkan Dude saat mengadakan jumpa media usai acara ijab kabul. di Ballroom Mandira, Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (22/3).


"Alhamdulillah, bahagia sekali akhirnya semuanya bisa terselenggara dengan lancar. Bahkan saya kini punya gelar baru. Kalau dalam budaya Minang, laki-laki yang sudah menikah itu dikasih gelar. Dan keluarga besar saya memberi gelar 'Paduko Alam'," ungkap Dude.


Lebih lanjut dijelaskan pria berdarah Minang, Sumatera Barat itu, gelar itu memang diberikan kepada setiap laki-laki yang baru menikah.


"Paduko bahasa Minang menurut om Syamsir, kakak mama, Paduko adalah seorang yang berwibawa, setiap langkah bijaksana, dikaitkan dengan raja, alam itu alam semesta. Gelar itu sebagai doa, agar bisa menjadi imam buat Icha," lanjut Dude.


Alyssa sendiri ternyata baru mengetahui bahwa dalam adat suaminya ada penambahan gelar baru bagi yang baru menikah. Namun begitu Icha berharap gelar baru yang diberikan kepada suaminya itu bisa menjadikan suaminya lebih baik lagi dan lebih bijaksana.


"Awalnya enggak tahu (dapat gelar), dengan arti itu luas ya, yang diharapkan sosok Kak Dude sekarang dan nanti bisa lebih baik dan membangun rumah tangga dengan bijaksana," tutur Icha sambil tersenyum.


Seperti diberitakan sebelumnya, setelah melalui proses panjang akhirnya Dude Harlino resmi menikahi kekasihnya Alyssa Soebandono diBallroom Mandira, Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (22/3) pagi.


Usai menggelar acara akad nikah pagi tadi, Kedua pasangan pengantin baru itu akan langsung menggelar acara resepsi di tempat yang sama (dengan prosesi akad nikah) sore hingga malam hari ini.


21.50 | 0 komentar | Read More

Soal Aliran Dana, Irwansyah Siap Dipanggil KPK

Written By Luthfie fadhillah on Jumat, 21 Maret 2014 | 21.50


Jakarta - Kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang menjerat adik kandung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Chaeri Wardana (Wawan) menyeret beberapa nama artis. Salah satu artis yang diduga menerima aliran dana tersebut adalah Irwansyah.


Saat ditanya mengenai aliran dana tersebut, Irwansyah mengaku terkejut. Saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (21/3), suami artis Zaskia Sungkar itu langsung membantah bahwa ia telah mendapatkan aliran dana dari Wawan.


"Enggak ada aliran dana ke Erwan Production dari Wawan. Kalau kaget, ya kaget. Tapi sejujurnya memang gak ada itu namanya aliran dana ke aku," tegas Irwansyah.


Meski kenal dengan suami Wali kota Tangerang Selatan itu, Irwansyah tetap membantah menerima dana dari Wawan. Lebih lanjut Irwansyah mengaku siap dipanggil KPK untuk membersihkan namanya.


"Ya kalau ditanya kenal ya kenal, karena memang kita sudah lama temenan. Dan kalau memang akan dipanggil KPK aku sih siap. Tapi sih tetap berharap tidak dipanggil karena memang tidak ada masalah apa-apa," lanjut Irwansyah.


Sementara itu, Zaskia mengungkapkan bahwa ada pihak-pihak yang tengah memfitnah suaminya, terkait kabar tersebut.


"Iya yang ngomong saja kurang ajar. Itu bohong. Aku bisa ungkapin kebenarannya," ujar Zaskia kesal.


21.50 | 0 komentar | Read More

Pandji Pilih Berdonasi Lewat Lelang Barang Pribadi

Written By Luthfie fadhillah on Kamis, 20 Maret 2014 | 21.50


Jakarta - Sekali berhasil menggalang dana lewat lelang, stand up comedian Pandji Pragiwaksono, ketagihan dan kembali melakukan hal yang sama untuk program pendidikan besutan Putera Sampoerna Foundation (PSF), www.give2education.com.


Kali ini, Pandji melelang sepatu basket berwarna hijau yang sangat bersejarah untuknya dan juga untuk Indonesia. "Karena ini adalah sepatu yang saya pakai pada saat konser tunggal stand up comedy pertama di Indonesia pada 2011 lalu. Jadi, stand up comedy saat itu baru meledak dan saya menjadi orang pertama yang melakukan pertunjukan tunggal selama satu jam, yang dinamakan Stand Up Comedy Special. Penonton-penonton saat itu selalu ingat dengan sepatu saya karena warnanya yang cerah," terang Pandji pada acara peluncuran donasi portal www.give2education.com di Jakarta, Kamis (20/3).


Melelang barang pribadi miliknya bukanlah hal baru untuk Pandji. Pengalaman pertamanya melelang barang adalah pada saat membantu tahanan remaja yang ingin membuat album musik.


"Barang yang pertama kali saya lelang adalah kaos yang gambarnya saya lukis sendiri. Waktu itu laku Rp 5 juta dan uangnya saya sumbangkan ke tahanan remaja yang ingin membuat album musik," ceritanya.


Setelah itu, Pandji mengaku cukup sering melelang barang pribadi untuk amal. Ia juga pernah melelang sepatu yang ia gambar sendiri untuk membantu seorang anak bernama Bilqis yang mengidap penyakit kerusakan hati. Hasil penggalangan dana itu disumbangkan kepada Bilqis.


"Pada awalnya saya juga tidak menyangka kalau apapun yang datang dari saya bisa jadi uang. Akhirnya, karena saya melihat manfaatnya, saya justru mau melakukan terus," imbuh Pandji.


21.50 | 0 komentar | Read More

Penyidik Bareskrim Polri Periksa Jupe

Written By Luthfie fadhillah on Rabu, 19 Maret 2014 | 21.50


Jakarta - Polisi mulai menindak lanjuti pelaporan Hakim Agung, Gayus Lumbuun terkait dugaan bukti surat transfer palsu dari artis Julia Perez agar memenjarakan artis Dewi Perssik.


Pedangdut yang memiliki nama asli Yulia Rahmawati itu mulai diperiksa penyidik Bareskrim Mabes Polri. Pemanggilan Julia dalam rangka mengklarifikasi bukti tranfer palsu yang beredar melalui dunia maya beberapa waktu lalu.


Julia Perez sendiri datang ke Mabes Polri didampingi kuasa hukumnya, Malik Bawazier. Julia mengaku diberondong 21 pertanyaan terkait isu tersebut.


"Aku datang kesini dalam kapasitas aku sebagai saksi korban terkait isu bukti tranfer palsu yang beredar didunia maya. Kasusnya sendiri beberapa waktu lalu sudah dilaporkan oleh pak Gayus Lumbuun. Didalam tadi aku ditanya sebanyak 21 pertanyaan terkait pengetahuan aku tentang foto bukti transfer fiktif itu, siapa aktor dibalik bukti transfer palsu ini. Siapa pihak yang mengedarkan dan menggembar-gemborkan," ungkap pelantun 'Belah Duren' itus usai diperiksa, Rabu (19/3).


Lebih lanjut dijelaskan Jupe, dari pemeriksaan yang dilakukan penyidik itu dirinya juga merasa sebagai korban akibat isu bohong yang beredar itu.


"Disini kita sangat mengapresiasi pelaporan pak Gayus ke Mabes Polri, karena saya disini juga korban yang dicemarkan nama baiknya. Dan dihadapan penyidik tadi saya menjelaskan hal yang sedetail-detailnya agar pelaku penyebar fitnahnya bisa dihukum juga, karena ini mencemarkan nama baik saya dan juga pak Gayus sebagai aparat penegak hukum," lanjut Jupe.


Dijelaskan pula oleh Malik Bawazier selaku kuasa hukum Jupe, Selain memberikan kesaksian dihadapan penyidik, Jupe juga memberikan informasi kepada penyidik tentang yang diketahui terkait nama-nama yang menyebarkan fitnah tersebut melalui media twitter.


"Yang jelas Jupe sudah menjalani kewajibannya sebagai saksi dan korban untuk memberikan keterangan sejelas-jelasnya, termasuk memberikan nama-nama yang dicurigai terkait beredarnya isu tersebut. Dan Penyidikpun menerangkan bahwa telah mengantongi nama-nama orang yang menyebarkan fitnah tersebut," tutur Malik.


Seperti diberitakan sebelumnya, Hakim Agung, Gayus Lumbuun melapor kepada pihak Mabes Polri terkait beredarnya foto bukti transfer sebesar Rp. 700 Juta yang diberikan pedangdut Julia Perez kepada Hakim Agung tersebut terkait isi keputusan MA terhadap kasus Dewi Perssik. agar polisi bisa membongkar siapa aktor intelektual yang menyebarkan isu tersebut.


21.50 | 0 komentar | Read More

Anak dan Ivan Hadir di Putusan Perceraian Orangtua, Venna Melinda Sibuk Kampanye

Written By Luthfie fadhillah on Selasa, 18 Maret 2014 | 21.50


Jakarta - Meskipun Ivan Fadilla merasakan sedih kala mengetahui rumah tangga yang dibinanya selama 18 tahun harus diputus cerai oleh majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan, namun ia mengaku lega akhirnya konflik panjang rumah tangganya bisa terselesaikan.


Ivan mengaku miris dengan ketidakhadiran Venna di sidang putusan penentuan nasib rumah tangganya itu. Diakui Ivan, Venna kini tengah giat berkampanye jelang pemilu legislatif April mendatang.


"Venna sekarang lagi ikut berkampanye, makanya gak bisa datang di sidang putusan ini. Padahal anak-anak bisa datang," ujar Ivan tentang ketidak hadiran Venna di PA Jakarta Selatan, Selasa (18/3).


Ivan mengatakan keputusan majelis hakim ini jelas membuat dirinya dan anak-anak sedih, karena harus tahu kenyataan yang sesungguhnya, bahwa ayah ibunya kini telah bercerai.


"Yang saya sedih adalah harus ada Varrell di sidang putusan ini. Artinya, dia tau bahwa bapak ibunya kini telah berpisah. Sementara ibunya di luar kota dan belum tahu hasil keputusan ini. Saya sedih karena rumah tangga yang saya bina 18 tahun ini harus pula berakhir di tempat ini (Pengadilan Agama)," lirih Ivan.


Sementara itu Varrell Bramasta, anak pertama Ivan dan Venna yang hadir di PA Jakarta Selatan berharap dengan perceraian ini tidak ada lagi yang menyesal. Ia menyatakan tetap berdoa agar orangtuanya masih bisa rukun, meski kini tak berstatus suami istri lagi.


"Semoga gak ada yang pernah menyesal dengan keputusan ini (perceraian). Yang jelas Varrell berharap dengan putusan ini tak ada lagi yang harus dikorbankan. Dan kami berharap kami bisa kapanpun bertemu orangtua kami, kapanpun kami mau," tutur pria kelahiran 11 September 1996 itu.


21.50 | 0 komentar | Read More

Aryo Wahab dan Andi /rif Ekplorasi Karakter di "Siti Nurbaya"

Written By Luthfie fadhillah on Senin, 17 Maret 2014 | 21.50


Jakarta - Pertunjukan drama musikal Siti Nurbaya: Kasih Tak Sampai yang disutradarai oleh Denny Malik dimeriahkan oleh banyak musisi Indonesia yang diantaranya Aryo Wahab dan Andi /rif.


Aryo Wahab kali ini memerankan Baginda Sulaiman yang merupakan ayah dari Siti Nurbaya, sedangkan Andi /rif memerankan Datuk Maringgih.


Bagi Andi /rif tidak mudah untuk memerankan Datuk Maringgi tokoh antagonis yang terkenal dari cerita Siti Nurbaya ini. Menurut mereka, masyarakat sudah sangat mengenal sosok HIM Damsyik yang memang memerankan Datuk Maringgih beberapa tahun lalu di sinetron Siti Nurbaya.


"Pada drama musikal ini saya harus tidak menjadi HIM Damsyik, jadi saya harus mencari karakternya sendiri. Saya banyak bertanya saat latihan, tapi akhirnya mas Denny Malik membebaskan saya untuk mencari gaya Datuk Maringgih saya," ujar Andi /rif pada acara jumpa pers drama musikal "Siti Nurbaya: Kasih Tak Sampai" di Jakarta, Senin (17/3).


Senada dengan Andi /rif, Aryo wahab juga mengaku mengeksplor peran ayah dari Siti Nurbaya dengan gayanya sendiri. Ia bahkan tidak memiliki panutan untuk memerankan Baginda Sulaiman.


"Saat ditawari ada dua peran yang kosong, Sutan Mahmud dan Baginda Sulaiman. Setelah baca skenarionya bersama istri, entah mengapa saya langsung klik dengan Baginda Sulaiman," tutur Aryo.


Ia juga mengaku cukup kesulitan dalam menghayati peran Baginda Sulaiman. Karena kejadian yang ada di cerita menurutnya tidak pernah ia alami, tapi ia harus bisa menyampaikan emosinya ke penonton


"Sebelumnya saya pernah bermain teater dan latihannya kurang lebih enam bulan. Tapi, ini baru Januari saya dapet kabar tentang drama musikal Siti Nurbaya. Jadi, sempat kaget banget," imbuhnya.


Namun, menurut Aryo, walaupun latihan bermain teater atau drama musikal jauh lebih gila, tetapi ia merasa ketagihan untuk bisa bermain lagi. Apalagi bila pertunjukan tersebut untuk mengangkat budaya Indonesia.


21.50 | 0 komentar | Read More

63 Film Dokumenter dan Fiksi Tayang di South to South Film Festival

Written By Luthfie fadhillah on Minggu, 16 Maret 2014 | 21.50


Jakarta - South to South (StoS) Film Festival untuk kelima kalinya menggelar festival film bertema lingkungan dan kerusakan ekologi yang terjadi di Indonesia dan negara selatan-selatan yang merupakan negara berkembang. Lebih dari 63 film doumenter dan fiksi dari berbagai negara dan Indonesia akan tayang pada tanggal 14 – 18 Maret 2014 di Goethe Institute dan Kineforum, Jakarta.


South to South Film Festival 2014 mengangkat tema “O’Balihara : Memelihara Harapan Bagi Nusantara”. O’Balihara berasal dari bahasa Suku Kei di Maluku tenggara yang memiliki arti “Pelihara”. Tema ini diharapkan dapat menjadi penyemangat untuk terus memelihara alam demi terwujudnya kepedulian sosial, kesadaran politik, dan kebersamaan.


Festival ini akan dimeriahkan oleh penampilan Stand Up Comedy (Ernest Prakasa & Arie Kriting), diskusi film, pameran “O’Balihara” yang menampilkan produk lokal unggulan dan penampilan Jazz Hijau. StoS juga menayangkan film khusus anak dan mendatangkan PM Toh, pendongeng dari Aceh untuk memeriahkan acara StoS Film Festival 2014.


South to South Film Festival dibuka oleh Direktur StoS Film Festival 2014, Voni Novita, dilanjutkan dengan Sambutan dari perwakilan konsorsium Abet nego Tarigan dan Penampilan Jamaica Café dengan music Acapelanya.


Film Even The Rain, akan jadi pembuka di festival film ini. Film yang masuk nominasi Oscar untuk film asing pada 2012 ini merupakan film Spanyol karya Icíar Bollaín. Film didasarkan pada kisah nyata; Perang Air di Bolivia April 2000.


Menceritakan proses produksi film tentang Christopher Columbus mengusai Amerika Selatan dalam perebutan emas. Tapi dalam proses produksi film, tim produksi malah menemukan kenyataan pahit tentang pertempuran antara warga Bolivia dan perusahaan air minum memperebutkan air sebagai sumber kehidupan.


Film karya Yusuf Radjamuda yang berjudul Wrong Day dan film Lawuh Boled karya Misyatun juga akan diputar pada pembukaan South to South Film Festival 2014. Lawuh Boled menceritakan Fakta ketika Ketika ubi menjadi pilihan terakhir warga miskin yang tidak mendapat jatah raskin.


Ada juga film Wrong Day yang menceritakan mengenai percakapan yang terjadi antara polisi dan kriminal ketika tertangkap di hari pertama polisi tersebut bertugas. Percakapan yang akhirnya membahas permasalahan pribadi yang dialami oleh polisi dan si kriminal saat itu.


21.50 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger